
Michael Olise tampil gemilang saat membantu Tim Nasional Prancis melumat Belgia dengan skor telak 4-1 pada pertandingan UEFA Nations League 2026-2027. Pemain sayap milik Bayern Munchen tersebut menjadi pembeda di lapangan setelah masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak dua gol penting bagi Les Bleus.
Pertandingan ini berlangsung di Stade de France, markas kebanggaan Prancis yang berlokasi di Saint-Denis, pada Selasa, 6 Oktober 2026 dini hari WIB.
Prancis sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Dodi Lukebakio pada menit ke-35 yang memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah. Namun, Les Bleus menunjukkan mentalitas juara dengan membalas empat gol tanpa ampun ke gawang Belgia. Kemenangan ini memperkokoh posisi Prancis di klasemen sementara Grup 1 UEFA Nations League A.
Olise hanya membutuhkan waktu 14 menit sejak menginjakkan kaki di lapangan untuk mengubah keadaan dari tertinggal 0-1 menjadi kemenangan telak 4-1. Selain dua gol yang dicetaknya, pemain berusia 24 tahun tersebut juga terlibat aktif dalam proses terciptanya gol keempat Prancis.
Penampilan impresif ini menambah koleksi gol Olise menjadi empat gol selama jeda internasional kali ini.
Performa konsisten tersebut membuat posisinya semakin vital dalam skema permainan yang diterapkan oleh Zinedine Zidane. Sang pelatih tampak memberikan kepercayaan penuh kepada talenta muda ini untuk mengeksploitasi sisi sayap pertahanan lawan. Zidane sendiri merupakan legenda sepak bola Prancis yang kini mengemban tugas sebagai nakhoda tim nasional setelah meraih kesuksesan besar bersama Real Madrid.
Olise mengakui bahwa pertandingan berjalan cukup sulit pada awalnya karena strategi bertahan yang diterapkan oleh Belgia.
Tim tamu bermain dengan garis pertahanan yang sangat dalam, sehingga membuat para pemain Prancis kesulitan menemukan ruang tembak. Kondisi ini memaksa Les Bleus untuk bermain lebih sabar dalam menyusun serangan dari kaki ke kaki.
"Saya rasa kami bermain sangat baik di penghujung laga, meski babak pertama terasa sulit karena menghadapi pertahanan yang rapat selalu menjadi tantangan tersendiri," ujar Olise saat memberikan keterangan setelah pertandingan.
Prancis tidak berhenti memberikan tekanan meski sempat tertinggal oleh gol cepat Belgia di babak pertama. Upaya tanpa henti tersebut akhirnya membuahkan hasil manis ketika intensitas serangan mereka meningkat tajam pada babak kedua.
Olise menilai kemenangan besar ini bukan sekadar hasil dari performa individu, melainkan buah dari kedisiplinan tim dalam menjalankan instruksi taktis. Ia menegaskan bahwa setiap pemain memiliki peran spesifik dalam menjalankan rencana besar yang sudah disiapkan oleh Zidane sebelum laga dimulai.
Pemain yang dibeli Bayern Munchen seharga 60 juta euro (sekitar Rp1,03 triliun) tersebut mengungkapkan bahwa skuat Prancis berusaha keras menerjemahkan ide-ide sang pelatih di lapangan.
Menurutnya, pendekatan taktis yang dibawa Zidane sangat membantu pemain untuk tampil lebih lepas dan kreatif. Olise menyatakan komitmennya untuk terus mengikuti arahan tersebut demi menjaga konsistensi Prancis di turnamen internasional berikutnya.
"Zidane memberikan gagasan-gagasan yang jelas dan kami semua mengikutinya dengan penuh keyakinan," tegas Olise mengenai gaya kepemimpinan sang pelatih.
Ia juga menyampaikan rasa bangganya bisa terus memperkuat seragam biru kebesaran Prancis di kancah Eropa. Baginya, bermain bersama rekan-rekan setim yang memiliki kualitas kelas dunia adalah sebuah pengalaman yang luar biasa.
Olise yang sempat menjadi rebutan beberapa tim nasional karena latar belakang keluarganya kini merasa sangat nyaman berada di bawah asuhan Zidane. Ia berharap momentum positif ini bisa terus dipertahankan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.
"Bagi saya, bermain bersama tim ini adalah sebuah kesenangan karena ada banyak pemain istimewa di sini," tutup Olise dengan nada bangga.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor