Giovanni Malagò Calon Tunggal, Siap Kembali Pimpin FIGC Desember 2026

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) telah menetapkan tanggal pemilihan presiden baru pada 14 Desember 2026.
Giovanni Malagò, figur sentral dalam administrasi olahraga Italia, diperkirakan akan kembali memimpin badan sepak bola nasional itu setelah namanya muncul sebagai calon tunggal. Agenda krusial ini akan menjadi fokus pembahasan utama dalam pertemuan majelis umum federasi pada tanggal yang sama.
Kans kembalinya Malagò ke pucuk pimpinan FIGC muncul setelah masa jabatan pertamanya berakhir di tengah kontroversi administratif terkait persoalan kelayakan. Polemik tersebut sempat menimbulkan pertanyaan besar mengenai statusnya sebagai presiden terpilih yang sah.
Untuk memastikan stabilitas operasional federasi, Komite Olimpiade Nasional Italia (CONI) kemudian menunjuk Malagò sebagai komisaris luar biasa. Mandat utamanya adalah menjaga roda organisasi tetap berjalan, mengelola administrasi sehari-hari, serta menyelenggarakan pemilihan presiden baru yang kini hampir pasti akan mengukuhkannya kembali.
Giovanni Malagò sejatinya pertama kali terpilih sebagai Presiden FIGC pada 22 Juni 2026. Dalam kontestasi yang melibatkan sejumlah nama besar tersebut, ia berhasil meraih dukungan signifikan.
Dalam pemungutan suara itu, Malagò memimpin dengan perolehan 68,58% suara, mengungguli pesaing terdekatnya, Giancarlo Abete, yang hanya mengantongi 29,17% suara. Hasil ini menunjukkan dukungan mayoritas dari komponen federal terhadap kepemimpinannya.
Perebutan kursi kepemimpinan ini terjadi setelah Gabriele Gravina memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden FIGC. Keputusan Gravina kala itu dilatarbelakangi oleh kegagalan mengejutkan tim nasional Italia untuk lolos ke turnamen akbar Piala Dunia 2026, sebuah peristiwa yang mengguncang sepak bola Negeri Pizza.
Namun, masa jabatan pertama Malagò terhenti lebih awal pada 6 Oktober 2026 karena masalah administratif terkait kelayakannya. Poin krusialnya, ia tidak terdaftar secara resmi sebagai anggota FIGC saat mencalonkan diri, padahal Pasal 29 statuta FIGC secara eksplisit mensyaratkan keanggotaan tersebut bagi setiap calon.
Ketidakpatuhan terhadap aturan fundamental ini memicu krisis legalitas dalam federasi. Polemik ini memaksa CONI, sebagai badan otoritas olahraga tertinggi di Italia, untuk turun tangan guna menyelesaikan persoalan tersebut.
Pada 6 Oktober 2026, dewan eksekutif dan dewan nasional CONI secara bulat mengambil keputusan drastis. Mereka secara resmi menempatkan FIGC di bawah administrasi luar biasa, menandakan adanya masalah tata kelola yang serius.
Meskipun dicopot dari posisi presiden terpilih, Giovanni Malagò segera ditunjuk kembali sebagai komisaris luar biasa FIGC oleh CONI. Penunjukan ini dipandang sebagai langkah kompromi.
Langkah tersebut dimaksudkan untuk menjaga stabilitas federasi dari gejolak lebih lanjut, sekaligus menghormati pilihan mayoritas komponen federal yang sebelumnya mendukung Malagò. Sebagai komisaris, ia bertanggung jawab penuh mengawasi operasional, memastikan administrasi tetap berjalan, dan mempersiapkan landasan bagi pemilihan presiden baru yang transparan.
Pemilihan presiden yang kini dijadwalkan pada 14 Desember 2026 berlangsung lebih cepat dari batas waktu maksimal yang telah ditetapkan oleh CONI, yaitu 31 Januari tahun berikutnya. Malagò sendiri telah secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk kembali mencalonkan diri, menegaskan ambisinya untuk melanjutkan kepemimpinannya di FIGC.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor













