Jurgen Klopp Kritik Taktik Bertahan Bayern Munchen Usai Imbang Lawan Arsenal

Mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, melontarkan kritik tajam terhadap taktik bertahan Bayern Munchen menyusul hasil imbang 2-2 melawan Arsenal dalam laga Liga Champions. Pernyataan Klopp ini menyoroti bagaimana Die Roten, julukan Bayern, menunjukkan pendekatan yang dipertanyakan saat tidak menguasai bola.
Klopp, yang dikenal dengan filosofi gegenpressing intensifnya, mengaku belum sepenuhnya memahami strategi tanpa bola yang diterapkan Bayern. Ia mengamati inkonsistensi dalam sistem pertahanan tim Bavaria tersebut. Hal ini menciptakan kesan bahwa struktur pertahanan Bayern tampak kurang terorganisasi pada beberapa kesempatan krusial.
"Sejujurnya, sampai sekarang saya masih belum sepenuhnya memahami apa yang dilakukan Bayern saat kehilangan bola," ujar Klopp dalam wawancara dengan DAZN di sela-sela pertandingan.
Ia memaparkan, pendekatan Bayern seringkali berubah-ubah, mulai dari menerapkan pressing satu lawan satu hingga pola yang berbeda. Variasi ini, alih-alih memberikan fleksibilitas, justru menimbulkan celah yang dieksploitasi oleh lawan.
Salah satu poin kritik Klopp juga menyoroti peran sentral Harry Kane. Penyerang asal Inggris ini dinilainya terlalu sering bergerak ke berbagai area lapangan, bahkan hingga masuk ke kotak penalti sendiri, terutama saat timnya tidak memegang bola.
"Dengan bola, menurut saya itu tidak masalah. Namun, bagaimana ketika tanpa bola?" tanya Klopp retoris.
Meski demikian, tidak dapat dimungkiri bahwa Kane tetap menjadi jantung serangan Bayern. Ia berkontribusi besar dengan memberikan umpan yang membuka peluang bagi Serge Gnabry dan turut membantu Alphonso Davies mencetak gol penyeimbang pada menit ke-35. Penyerang Inggris itu kemudian memenangkan penalti dan mengeksekusinya sendiri untuk membawa Bayern sempat unggul 2-1.
Menanggapi kritik tersebut, Thomas Tuchel, yang saat itu menjabat pelatih Bayern, membela peran Kane. Tuchel menegaskan bahwa striker tersebut memiliki kemampuan membaca permainan dan mengambil keputusan di lapangan dengan sangat baik, menjelaskan pergerakannya yang dinamis.
Harry Kane sendiri mengakui bahwa pergerakan ofensif Arsenal telah menyulitkan Bayern dalam menjaga struktur permainan mereka. Ia menilai timnya terlalu lama bertahan dalam blok rendah, terutama menjelang gol penyeimbang Declan Rice pada 15 menit terakhir pertandingan.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor






:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380460/original/008737500_1792704230-000_D4674PD.jpg)





