Neymar Kena Kartu Merah Akibat Aturan Langka saat Santos Lawan Bahia

Neymar Jr mendapatkan kartu merah langsung saat membela Santos dalam laga melawan Bahia yang berakhir imbang 1-1 pada Minggu pagi. Pengusiran bintang sepak bola Brasil tersebut menjadi perbincangan hangat karena didasari oleh penerapan aturan yang cukup jarang terjadi di lapangan hijau.
Insiden kontroversial ini bermula dari perselisihan antara Neymar dengan gelandang Bahia, Rodrigo Nestor.
Sebelum babak kedua dimulai, Nestor sempat memberikan kritik pedas kepada Neymar dalam sesi wawancara saat jeda pertandingan. Nestor menuding mantan pemain Barcelona itu telah melontarkan kata-kata yang merendahkan dirinya dan juga klub Bahia. Pernyataan tersebut memicu ketegangan saat kedua pemain kembali memasuki area pertandingan untuk memulai paruh kedua.
Neymar yang kini telah menginjak usia 34 tahun terlihat menghampiri Nestor sesaat sebelum sepak mula babak kedua dilakukan. Meskipun sempat terlihat tertawa, Neymar kemudian kembali mendekati Nestor sambil menutupi mulutnya dengan tangan saat berbicara.
Tindakan menutupi mulut inilah yang menjadi kunci bagi wasit untuk memberikan sanksi tegas kepada pemain Santos tersebut.
Berdasarkan regulasi yang dipersiapkan untuk menyambut Piala Dunia 2026, wasit memiliki wewenang memberikan kartu merah langsung jika pemain berbicara kepada lawan dengan menutupi mulut. Aturan ini diterapkan apabila ucapan tersebut dinilai mengandung unsur penghinaan, provokasi, atau maksud jahat lainnya yang sulit dideteksi secara visual. Wasit pun segera melakukan peninjauan melalui asisten wasit video atau VAR untuk memastikan kejadian di lapangan.
Setelah memantau layar VAR selama sekitar satu menit, wasit memutuskan untuk mengusir Neymar keluar lapangan. Keputusan ini seketika memicu kemarahan dari kubu Santos hingga menyebabkan keributan di pinggir lapangan.
Situasi semakin memanas ketika para pemain dari kedua tim terlibat aksi saling dorong dan adu mulut. Neymar bahkan tertangkap kamera mendorong pelatih Bahia, Rogério Ceni, hingga terjatuh ke tanah sebelum akhirnya meninggalkan lapangan. Ceni sendiri merupakan mantan penjaga gawang legendaris Brasil yang kini merintis karier sebagai juru taktik.
Nestor menjelaskan bahwa tindakannya melaporkan Neymar kepada wasit didasari oleh rasa tidak terima atas perlakuan sang megabintang. Ia merasa Neymar gagal memberikan contoh yang baik sebagai sosok idola sepak bola dunia.
"Dia tahu apa yang dikatakannya kepada saya," ujar Nestor sebagaimana dikutip dari media Spanyol, Marca.
Nestor menekankan bahwa dirinya sangat bangga membela seragam Bahia dan tidak akan membiarkan siapa pun meremehkan martabat klubnya. Ia memilih untuk tidak mengungkapkan detail ucapan Neymar demi menjaga etika karena pertandingan tersebut disaksikan oleh banyak anak-anak. Menurut Nestor, karakter seseorang bisa dinilai dari cara bicaranya di saat-saat penuh tekanan seperti itu.
Di sisi lain, Neymar memberikan klarifikasi dalam wawancara setelah pertandingan berakhir. Ia mengakui kekeliruannya karena berbicara sambil menutupi mulut, namun membantah telah menghina Nestor secara personal.
Kembalinya Neymar ke Liga Brasil memang terus mengundang atensi besar dari publik sepak bola di Negeri Samba. Ini merupakan musim keduanya sejak ia memutuskan meninggalkan kompetisi di Eropa untuk memperkuat klub masa kecilnya, Santos. Namun, rentetan kontroversi dan masalah kedisiplinan sering kali membayangi performa apiknya di atas lapangan hijau.
Hasil imbang 1-1 ini membuat posisi Santos di papan klasemen tidak banyak mengalami perubahan yang signifikan.
Fokus publik kini tertuju pada durasi hukuman yang akan diterima Neymar akibat aksi dorongnya terhadap pelatih lawan. Federasi sepak bola Brasil kemungkinan besar akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait keributan besar yang melibatkan staf kepelatihan tersebut.
Kehadiran teknologi VAR dan aturan komunikasi baru ini bertujuan untuk meningkatkan sportivitas di lapangan hijau. Meski demikian, pro dan kontra di kalangan penggemar sepak bola tetap bermunculan mengenai subjektivitas wasit dalam menilai isi pembicaraan pemain. Laga antara Santos dan Bahia ini menjadi bukti nyata betapa ketatnya pengawasan terhadap perilaku pemain di era sepak bola modern.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379462/original/095287800_1792633034-Khvicha_Kvaratskhelia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380266/original/038822100_1792663944-000_D3ZC226.jpg)





