
Roberto Mancini resmi memulai babak baru dalam perjalanannya menukangi tim nasional Italia. Fokus utama sang pelatih kali ini adalah melakukan perombakan skuad dengan mengombinasikan ketenangan pemain senior dan energi dari talenta muda berbakat.
Gianluigi Donnarumma kembali dipercaya berdiri di bawah mistar gawang sekaligus mengemban tanggung jawab sebagai kapten tim. Ia merupakan penjaga gawang andalan yang telah mencatatkan diri sebagai pemain paling berpengalaman dalam skuad Gli Azzurri saat ini dengan usia 27 tahun.
Di sektor pertahanan, Alessandro Bastoni kini menempati peran sebagai figur sentral yang sangat diandalkan. Peran bek tengah ini menjadi sangat vital bagi kestabilan tim, terutama setelah Italia sempat melewati masa sulit akibat kegagalan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Bastoni bukan hanya tangguh dalam menjaga lini belakang, tetapi juga tajam saat membantu penyerangan. Dalam tiga penampilan awalnya di bawah asuhan Mancini pada periode kedua ini, ia sukses mencatatkan dua gol bagi negaranya.
Sandro Tonali kini memegang kendali penuh di lini tengah permainan tim. Gelandang energik tersebut selalu diturunkan dalam empat pertandingan terakhir, baik sebagai pemain utama maupun pengganti, dengan raihan satu assist yang krusial bagi kreativitas serangan.
Mancini juga mulai menaruh harapan besar pada sosok penyerang muda, Pio Esposito. Pemain berusia 21 tahun yang kini berkarier bersama Inter Milan tersebut sukses membukukan dua gol serta satu assist dalam empat laga terakhir berseragam timnas.
Performa Esposito mendapatkan apresiasi tinggi dari sang pelatih yang melihat potensi besar dalam diri sang penyerang. Menurut Mancini, Esposito memiliki naluri gol yang sangat tajam dan semangat juang yang tinggi di lapangan.
Mancini sempat melontarkan pujian dengan menyebut bahwa dalam dua tahun ke depan, Esposito bisa menjadi penyerang tengah kelas dunia. Ia bahkan membandingkan gaya permainan Esposito dengan legenda Italia seperti Christian Vieri dan Luca Toni yang dikenal sangat dominan di kotak penalti lawan.
Selain nama-nama tersebut, pelatih mulai membuka pintu bagi sejumlah pemain muda potensial untuk merasakan atmosfer sepak bola internasional. Nama-nama seperti Michael Kayode, Alessandro Romano, Issa Doumbia, Antonio Vergara, serta Giorgio Scalvini kini masuk dalam radar pemanggilan skuad.
Langkah ini merupakan upaya nyata federasi untuk memastikan keberlanjutan prestasi Italia di panggung dunia. Dengan regenerasi yang terencana, Gli Azzurri diharapkan mampu bangkit dari keterpurukan masa lalu dan kembali bersaing sebagai kekuatan utama sepak bola Eropa.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor