
Paris Saint-Germain memulai kiprah mereka di Liga Champions UEFA musim 2026/2027 dengan catatan impresif melalui kemenangan telak 6-1 atas Slovan Bratislava di Stadion Parc des Princes, Kamis (10/9/2026).
Kemenangan besar di hadapan pendukung sendiri ini sekaligus menegaskan status PSG sebagai salah satu penantang gelar juara paling serius di Eropa musim ini. Dominasi mereka sepanjang 90 menit pertandingan membuat lawan asal Slovakia tersebut tidak mampu berkutik.
Permainan agresif tuan rumah langsung membuahkan hasil saat Ousmane Dembele membobol gawang lawan pada menit ke-17. Penyerang lincah tersebut kembali mencatatkan namanya di papan skor enam menit kemudian untuk memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
Ferran Torres kemudian menunjukkan kelasnya sebagai ujung tombak yang mematikan dengan mencetak gol ketiga pada menit ke-31. Kedudukan 3-0 bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Les Parisiens tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Ferran Torres kembali menambah pundi golnya pada menit ke-47 melalui skema serangan yang rapi.
Slovan Bratislava sempat mencoba bangkit melalui gol Suleiman Camara pada menit ke-59. Gol ini menjadi satu-satunya upaya balasan yang berarti dari tim tamu selama pertandingan berlangsung.
Respons PSG atas gol tersebut justru sangat tajam dengan terus mengurung pertahanan lawan. Ferran Torres akhirnya menggenapi performa gemilangnya dengan mencetak gol ketiga alias hattrick pada menit ke-57, sebelum Fabian Ruiz menutup pesta gol melalui gol keenam pada menit ke-88.
Catatan statistik pertandingan menunjukkan betapa superiornya PSG di atas lapangan hijau. Mereka melepaskan total 32 tembakan, dengan 12 di antaranya tepat mengarah ke gawang lawan, serta menguasai bola hingga 68 persen sepanjang laga.
Dominasi penguasaan bola ini didukung oleh strategi taktis yang efektif dalam membongkar lini pertahanan Slovan Bratislava yang cenderung bermain rapat. Keunggulan teknis para pemain PSG terbukti terlalu sulit untuk diredam oleh tim tamu yang berupaya bermain disiplin namun kewalahan menghadapi kecepatan transisi tuan rumah.
Bagi pendukung PSG, hasil ini menjadi angin segar setelah rentetan persiapan panjang di awal musim. Kemenangan ini sekaligus memberikan sinyal bahaya bagi para pesaing di grup mereka bahwa kekuatan lini serang PSG kini semakin sulit dibendung.
Pertandingan ini juga menyoroti peran strategis Ferran Torres dalam skema taktik tim musim ini. Kehadirannya di barisan depan memberikan dimensi baru bagi serangan PSG yang kini terlihat lebih fleksibel dibandingkan musim lalu.
Liga Champions UEFA sendiri merupakan kompetisi antarklub paling bergengsi di benua Eropa yang mempertemukan juara serta tim papan atas dari berbagai liga domestik di benua tersebut. Kesuksesan di awal kompetisi sering kali menjadi penentu kepercayaan diri tim dalam mengarungi fase grup yang sangat kompetitif.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor