Akuisisi Pelanggan Startup: Strategi Jitu Tanpa Selalu Viral di Media Sosial

Mengakuisisi pelanggan awal menjadi salah satu tantangan paling berat bagi setiap startup. Bahkan ketika perusahaan berhasil menarik minat di fase awal, tidak ada jaminan bahwa pelanggan tersebut akan bertahan dan setia.
Dalam konferensi teknologi bergengsi TechCrunch Disrupt pekan lalu, sejumlah pakar industri membagikan pandangan mendalam mengenai strategi efektif untuk menarik dan mempertahankan pelanggan. Mereka adalah Elia Wallen, pendiri sekaligus CEO startup perjalanan Engine; Grant Lee, pendiri dan CEO Gamma; serta Crystal Huang, mitra umum di Google Ventures.
Di era digital saat ini, ketika perusahaan rintisan berbasis kecerdasan buatan (AI) seperti Cluely dan Instinct mampu membangun audiens besar tidak hanya melalui produk mereka, tetapi juga melalui kehadiran pendiri yang menonjol secara daring, media sosial seringkali dipandang sebagai jalan pintas ajaib untuk menjangkau pelanggan awal.
Namun, bagi para pendiri yang ingin meningkatkan strategi bisnis mereka dengan pemasaran modern, pendekatan yang diterapkan harus bersifat strategis. Ini merupakan poin krusial yang ditekankan oleh Grant Lee.
Gamma, yang dikenal dengan perangkat lunak presentasi bertenaga AI, berhasil meningkatkan skala bisnisnya secara eksponensial melalui strategi media sosial. Perusahaan ini memanfaatkan program duta atau 'Gambassador' untuk melibatkan para influencer.
Pendekatan ini diadopsi oleh Gamma jauh sebelum pemasaran berbasis influencer menjadi strategi yang lazim dan teruji untuk perusahaan-perusahaan skala kecil. Keberhasilan mereka akhirnya mengantar perusahaan ini mencapai valuasi multi-miliar dolar AS.
Meski demikian, sekadar menyediakan platform bagi influencer dan meminta mereka mempromosikan merek secara daring tidak serta-merta akan menghasilkan penjualan. Lee menegaskan bahwa ada lebih banyak hal yang perlu diperhatikan dalam strategi ini.
“Jika Anda memiliki produk yang dapat melayani berbagai segmen atau kasus penggunaan, maka Anda perlu memiliki kreator yang mampu menargetkan masing-masing segmen tersebut,” jelas Lee.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor













