CedarDB Integrasikan Transaksi dan Analitik untuk Mendukung Era AI

Startup asal Munich, CedarDB, kini menghadirkan solusi database tunggal yang mampu menangani transaksi operasional sekaligus analisis data secara bersamaan.
Inovasi ini dinilai relevan di tengah pesatnya perkembangan agen AI yang membutuhkan respons cepat atas data kompleks. CEO CedarDB, Moritz Sichert, menjelaskan bahwa perusahaan ingin menjembatani kesenjangan antara database operasional yang menyimpan rekam jejak harian dengan database analitik untuk kebutuhan bisnis.
Selama ini, perusahaan cenderung memisahkan sistem penyimpanan data transaksi seperti pesanan atau pembayaran dengan sistem pemrosesan analisis tren. Pemisahan tersebut sering kali menghambat kemampuan perusahaan dalam menjawab pertanyaan berbasis bahasa alami secara instan.
CedarDB lahir dari proyek riset Umbra di Technical University of Munich yang dirancang untuk memaksimalkan efisiensi perangkat keras modern. Lima pendirinya memastikan bahwa teknologi ini mampu memberikan performa lebih tinggi tanpa harus menambah kapasitas memori atau tenaga komputasi yang besar.
Strategi utama mereka terletak pada kompatibilitas penuh dengan PostgreSQL, sistem database sumber terbuka yang sangat populer di kalangan pengembang. Pendekatan ini memungkinkan pengguna berpindah sistem tanpa harus membangun ulang aplikasi mereka dari nol.
Selain itu, sistem ini dirancang agar selaras dengan logika model bahasa besar atau LLM yang umum digunakan dalam pengembangan AI. Sichert menekankan bahwa prioritas tim sejak meninggalkan dunia akademis adalah menjamin keandalan serta toleransi kesalahan pada sistem.
Pada Mei tahun lalu, perusahaan berhasil mengamankan pendanaan tahap awal senilai EUR 5,3 juta atau sekitar Rp90 miliar. Dana tersebut digunakan untuk meluncurkan CedarDB Enterprise dan versi komunitas sebelum akhirnya merambah ke layanan berbasis cloud.
Layanan CedarDB Cloud kini mulai tersedia secara terbatas bagi pengguna yang telah terdaftar dalam daftar tunggu. Langkah ini menjadi strategi perusahaan untuk memperluas basis pengguna di luar skala korporasi besar.
CedarDB kini bersiap bersaing dengan pemain besar seperti Databricks yang juga mulai mengadopsi arsitektur data terpadu untuk kebutuhan transaksi dan analitik. Sichert melihat langkah pesaingnya tersebut sebagai validasi bahwa pasar memang sedang membutuhkan solusi efisien untuk era agen AI.
Saat ini, tim yang berjumlah 14 orang tersebut berencana untuk menambah tenaga kerja setelah basis pengguna mereka berkembang. Ekspansi tim akan menjadi fokus utama perusahaan sebelum mereka kembali mencari pendanaan putaran berikutnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor







