AS Roma Larang Paulo Dybala dan Nahuel Molina Hadiri Laga Perpisahan Lionel Messi

AS Roma secara resmi memutuskan untuk tidak memberikan izin kepada dua pemain mereka, Paulo Dybala dan Nahuel Molina, untuk bergabung dengan tim nasional Argentina.
Keduanya dipastikan absen dalam laga perpisahan Lionel Messi bersama La Albiceleste yang dijadwalkan berlangsung kontra Benin di Buenos Aires pada 6 Oktober mendatang. Keputusan klub Serie A ini memicu perhatian karena status Messi sebagai legenda sepak bola dunia.
Pihak manajemen Roma menegaskan bahwa kebijakan tersebut murni didasarkan pada pertimbangan teknis olahraga serta kendala logistik yang kompleks. Klub berargumen bahwa perjalanan antarbenua dalam waktu singkat dapat mengganggu kebugaran pemain di tengah jadwal padat kompetisi liga domestik.
Jadwal pertandingan kompetitif yang sangat ketat menuntut para pemain untuk tetap berada di pusat pelatihan klub agar terhindar dari kelelahan berlebih. AS Roma tidak ingin mengambil risiko kehilangan pemain kunci akibat cedera atau kondisi fisik yang menurun pasca perjalanan jauh lintas benua.
Pertandingan di Estadio Monumental tersebut rencananya menjadi puncak rangkaian agenda internasional Argentina. Sebelumnya, tim asuhan Lionel Scaloni dijadwalkan menghadapi Bolivia pada 1 Oktober dan Burkina Faso pada 4 Oktober sebelum laga terakhir melawan Benin.
Momen ini menjadi sangat emosional karena menandai akhir dari perjalanan panjang Lionel Messi selama lebih dari dua dekade bersama tim nasional. Messi sendiri tercatat telah mengoleksi 125 gol dari total 207 penampilan di seluruh ajang internasional bersama negaranya.
Hubungan antara Messi, Dybala, dan Molina terjalin sangat erat di luar lapangan hijau. Ketiganya merupakan pilar penting saat Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar, sebuah pencapaian yang mengakhiri penantian panjang negara tersebut akan gelar juara dunia.
Dalam pernyataan resminya, AS Roma menyatakan tetap menaruh hormat yang besar terhadap sosok Lionel Messi dan seluruh dedikasinya bagi sepak bola. Klub juga berharap agar pertandingan perpisahan tersebut berjalan dengan sukses dan khidmat bagi publik Argentina.
Meskipun pihak klub memahami ikatan emosional pemain dengan rekan setimnya, kebutuhan profesional tetap menjadi prioritas utama AS Roma. Mereka tidak ingin kompromi dalam menjaga standar performa tim di liga yang saat ini memasuki fase Krusial.
Situasi ini sekaligus menegaskan tantangan besar bagi pemain sepak bola profesional saat harus menyeimbangkan loyalitas kepada negara dan kewajiban kepada klub yang menggaji mereka. Agenda FIFA memang sering kali menimbulkan gesekan serupa di level elit sepak bola dunia.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor













