Langsung ke konten
beritana
Breaking

Inovasi Pendingin Nvidia Diklaim Hemat Air, Namun Tantangan AI Masih Besar

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaTech
Nvidia wants to cut data center water use, but that’s not the same as fixing AI’s water problem
Image Credits:Ron and Patty Thomas / Getty Images

Nvidia baru saja memperkenalkan sistem pendingin air hangat yang diklaim mampu mengurangi konsumsi air secara drastis di dalam pusat data.

Chief Sustainability Officer Nvidia, Josh Parker, bahkan menyatakan bahwa tantangan penggunaan air untuk pusat data kini sebagian besar telah terselesaikan. Sistem ini menggunakan sirkulasi tertutup yang tidak memerlukan tambahan air baru selama masa pakai fasilitas tersebut.

Teknologi ini bekerja dengan memompa cairan pendingin bersuhu 45 derajat Celsius ke dalam rak server. Cairan tersebut menyerap panas dari perangkat keras hingga suhunya mencapai 55 derajat Celsius sebelum dialirkan kembali.

Metode ini memungkinkan pendinginan tanpa perlu bantuan kipas besar atau sistem evaporasi yang boros air. Meski terlihat efisien, sejumlah ahli menilai langkah ini belum menjawab masalah konsumsi air secara menyeluruh.

Penggunaan air terbesar justru terjadi di luar gedung, yakni pada proses pembangkitan listrik dan manufaktur cip. Pembangkit listrik tenaga fosil, seperti batu bara dan gas alam, masih menjadi sumber energi utama bagi operasional pusat data di banyak wilayah.

Berdasarkan data Badan Energi Internasional (IEA), pembangkit fosil menyuplai sekitar separuh dari total kebutuhan listrik pusat data global saat ini. Pembangkit ini rata-rata memerlukan 1,17 hingga 2,2 liter air untuk setiap kilowatt-jam listrik yang diproduksi.

Sejauh ini, solusi Nvidia hanya mencakup sekitar seperempat hingga sepertiga dari total jejak air pusat data. Selama operasional pusat data masih sangat bergantung pada energi fosil, konsumsi air tidak langsung akan terus menumpuk di luar dinding fasilitas tersebut.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update