Intero Biosystems Kembangkan Usus Mini untuk Uji Coba Obat Pengganti Hewan

Pengembangan obat-obatan selama ini sangat bergantung pada model hewan, namun perbedaan biologis sering kali menyebabkan kegagalan saat produk diuji pada manusia. Berangkat dari masalah tersebut, sebuah perusahaan rintisan bernama Intero Biosystems kini mengembangkan organoid usus manusia sebagai solusi alternatif yang lebih akurat.
Organoid adalah jaringan yang tumbuh di laboratorium untuk meniru fungsi organ tubuh manusia. Intero Biosystems yang berbasis di Denver ingin memastikan perusahaan farmasi memiliki metode pengujian yang lebih relevan secara biologis sebelum melakukan uji coba klinis kepada orang sungguhan.
Salah satu produk unggulan perusahaan ini adalah GastroScreen. Model ini merupakan usus mini berukuran satu milimeter yang mengandung berbagai jenis sel dan jaringan asli milik manusia. Pihak perusahaan mengklaim model ini jauh lebih efektif dibandingkan penelitian sel datar tradisional yang tidak merepresentasikan kompleksitas tubuh secara utuh.
Charlie Childs, pendiri sekaligus CEO Intero Biosystems, menyebut perusahaannya secara harfiah mengirimkan organ mini hidup melalui layanan pos kepada para klien. Pelanggan dapat menggunakan organoid tersebut dalam kondisi sehat atau memanipulasinya agar menyerupai kondisi penyakit tertentu guna melihat respon jaringan terhadap senyawa obat.
Startup yang berdiri sejak 2024 ini telah berhasil mengumpulkan pendanaan tahap awal sebesar USD 2,3 juta atau setara dengan Rp35,8 miliar tahun lalu. Hingga saat ini, mereka telah memiliki tujuh karyawan dan melayani hampir 10 pelanggan korporasi di bidang farmasi serta bioteknologi.
Minat terhadap metode alternatif ini semakin meningkat setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengeluarkan pedoman baru tahun lalu. Regulasi tersebut membuka peluang bagi pengembang obat untuk mengurangi penggunaan hewan dalam riset mereka dengan beralih ke teknologi seperti organoid.
Madeline Eiken, rekan pendiri dan CTO Intero Biosystems, menjelaskan bahwa GastroScreen berasal dari sel punca yang diprogram ulang. Hal ini berbeda dengan metode lain yang menggunakan jaringan hasil kolonoskopi, sehingga model mereka lebih mudah untuk diproduksi secara massal dan dipersonalisasi sesuai kebutuhan pasien.
Saat ini, Intero Biosystems tengah berada pada tahap kedua dari tiga tahapan validasi untuk membuktikan akurasi GastroScreen dibandingkan data klinis manusia yang sudah ada. Mereka berharap dapat segera beralih ke produksi skala besar dengan target pembuatan ratusan ribu organoid dalam satu kali proses manufaktur.
Ke depan, perusahaan ini memiliki visi menciptakan usus buatan yang dapat digunakan untuk pengobatan personal. Melalui pendekatan ini, sel dari pasien dapat diambil untuk dibuatkan organoid khusus guna menguji obat mana yang paling efektif sebelum diberikan kepada penderita penyakit tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor







