Meta Luncurkan Muse Spark 1.1, Panaskan Persaingan AI untuk Coding

Meta resmi meluncurkan Muse Spark 1.1, sebuah model AI multimodal baru, pada Kamis lalu. Model ini dirancang khusus untuk agentic coding, sebuah pendekatan AI yang memungkinkan sistem merencanakan dan melaksanakan tugas pengodean kompleks secara mandiri, memperketat persaingan di pasar yang telah dihuni pemain besar seperti OpenAI dan Anthropic.
Spark 1.1, versi pertama yang diumumkan April lalu, diklaim Meta mampu melakukan penalaran multi-langkah dan menangani proses kompleks. Kapabilitasnya juga mencakup pengelolaan alur kerja digital serta implementasi fitur baru dalam sistem perusahaan.
Dalam aspek ini, Meta memang tertinggal dari para pesaingnya; Anthropic dan OpenAI telah menawarkan model serupa untuk beberapa waktu. Namun, masuknya Meta ke pasar bukan berarti tanpa ancaman serius.
Salah satu sumber utama daya saing dalam industri AI adalah biaya penggunaan, dan Meta tampaknya menawarkan harga yang kompetitif. Reuters melaporkan bahwa perusahaan akan membebankan biaya USD 1,25 (sekitar Rp20.250) per juta token input dan USD 4,25 (sekitar Rp68.850) per juta token output. Tarif ini menempatkannya sejajar, meskipun sedikit di atas, dengan Claude Haiku 4.5 dari Anthropic dan GPT-5.6 Luna dari OpenAI.
Penawaran Meta kepada pengguna berfokus pada kemampuan Spark untuk menangani beban kerja agentic yang besar, memperbaiki bug, serta membantu migrasi kode skala besar. Otomasi semacam ini semakin banyak dicari oleh perusahaan dari penyedia AI.
“Muse Spark 1.1 memberikan kinerja luar biasa dalam tugas-tugas agentic personal yang membutuhkan perencanaan dan orkestrasi di berbagai aplikasi dan layanan eksternal,” tulis perusahaan dalam sebuah unggahan blog.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor















