
Penarikan kembali (recall) besar-besaran terhadap hampir tiga juta unit kendaraan Tesla di Tiongkok telah menjadi sorotan utama industri otomotif global. Isu utama dalam penarikan kembali ini adalah desain gagang pintu tersembunyi yang dinilai berisiko mengancam keselamatan pengemudi dan penumpang, terutama dalam situasi darurat.
Fenomena recall ini tidak hanya memengaruhi Tesla, tetapi juga mencakup lebih dari 4 juta unit kendaraan secara total dari berbagai merek. Produsen mobil listrik Tiongkok seperti XPeng, Xiaomi, dan Geely turut menjadi bagian dari daftar panjang kendaraan yang harus ditarik dari peredaran.
Pihak Tesla melalui pernyataan resminya pada hari Jumat menyebut, beberapa model seperti Model 3, Model Y, Model S, dan Model X ditarik karena gagang pintunya "sulit dikenali dan dioperasikan lantaran warnanya serupa dengan trim interior". Kondisi ini, mereka jelaskan, dapat menghambat penghuni untuk segera membuka pintu dan keluar, serta mempersulit upaya penyelamatan dari luar kendaraan. Potensi bahaya keselamatan kian meningkat terutama dalam "situasi ekstrem seperti tabrakan parah yang menyebabkan kegagalan sistem tegangan rendah pada kendaraan."
Baca Juga:
Untuk mengatasi masalah ini, kendaraan yang ditarik akan dipasangi label peringatan pada bagian interior pintu. Selain itu, pembaruan perangkat lunak akan diterapkan untuk secara otomatis menurunkan jendela kendaraan saat terjadi tabrakan.
Desain gagang pintu tersembunyi telah menjadi ciri khas kendaraan listrik modern, dipelopori oleh Tesla Model S sejak tahun 2014. Estetika yang ramping dan aerodinamika yang lebih baik menjadi alasan utama popularitasnya, sehingga banyak merek Tiongkok berbondong-bondong menirunya. Namun, Tu Le, pendiri konsultan Sino Auto Insights, berpendapat bahwa solusi label peringatan dan pembaruan perangkat lunak hanyalah "tambal sulam" dan bukan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.
Kekhawatiran terhadap desain ini semakin memuncak setelah dua kecelakaan fatal di Tiongkok yang melibatkan kendaraan listrik Xiaomi. Dalam insiden tersebut, dugaan kegagalan daya mencegah pintu terbuka, menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan gagang pintu tersembunyi.
Menanggapi serangkaian insiden dan kekhawatiran publik, otoritas Tiongkok mengumumkan larangan penggunaan gagang pintu tersembunyi pada bulan Februari. Aturan baru tersebut, yang akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2027, menyatakan bahwa mobil hanya dapat dijual di Tiongkok jika memiliki mekanisme pembuka pintu mekanis dari bagian dalam maupun luar. Ini menandakan pergeseran signifikan dalam regulasi keselamatan otomotif di pasar terbesar dunia.
Bukan hanya Tiongkok, masalah gagang pintu Tesla juga pernah diselidiki oleh regulator keselamatan Amerika Serikat. Penyelidikan tersebut menyusul laporan mengenai gagang pintu yang tiba-tiba berhenti berfungsi, bahkan sampai membuat anak-anak terjebak di dalam mobil.
Pada bulan Juli, Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) mengusulkan untuk membuat standar keselamatan formal baru bagi semua produsen mobil terkait masalah ini. Ini menunjukkan bahwa isu keselamatan gagang pintu tersembunyi bukan hanya masalah regional Tiongkok, melainkan perhatian global yang memerlukan solusi standar universal.
Penarikan kembali skala besar ini secara tidak langsung menekan produsen kendaraan listrik untuk menyeimbangkan inovasi desain dengan aspek keselamatan fungsional yang krusial. Desain yang futuristik kini harus berhadapan dengan realitas kebutuhan darurat yang menuntut akses keluar kendaraan secara cepat dan intuitif.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah perusahaan-perusahaan yang terdampak berencana melakukan penarikan kembali serupa untuk pasar di belahan dunia lain.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor