Langsung ke konten
beritana
Breaking

OpenAI Tetapkan GPT 5.6 sebagai 'Model Pilihan' untuk Microsoft Copilot 365

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaTech
OpenAI says GPT 5.6 is the ‘preferred model’ for Microsoft Copilot 365 amid breakup chatter
Image Credits:Rafael Henrique/SOPA Images/LightRocket / Getty Images

OpenAI mengumumkan model terbarunya, GPT 5.6, akan menjadi "model pilihan" untuk Microsoft Copilot 365, sebuah langkah yang tampaknya untuk meredakan spekulasi tentang renggangnya kemitraan kedua raksasa teknologi tersebut. Pengumuman ini muncul setelah adanya laporan yang menyebut Microsoft mulai beralih ke model kecerdasan buatan internalnya.

Awal pekan ini, Bloomberg melaporkan bahwa Microsoft secara bertahap mengganti sebagian perangkat lunak OpenAI dengan model kecerdasan buatan (AI) buatan sendiri, yang dikenal sebagai MAI. Penggunaan model internal ini bertujuan memangkas biaya operasional dan telah diterapkan pada aplikasi populer seperti Word dan Excel. Model MAI adalah inisiatif Microsoft untuk mengembangkan kemampuan AI-nya secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal.

Laporan tersebut memicu pertanyaan yang semakin sering muncul tentang masa depan hubungan kedua perusahaan yang dulu tampak tak terpisahkan ini.

Namun, OpenAI kini berupaya menepis setiap dugaan perpisahan tersebut. Dalam peluncuran GPT 5.6 pada Kamis, perusahaan tersebut secara tegas menyatakan bahwa model baru ini akan menjadi "model pilihan" yang mendukung Microsoft 365 Copilot.

Melalui unggahan blog yang diterbitkan pada hari yang sama, OpenAI menjelaskan bahwa GPT 5.6 akan mendukung para pengguna Microsoft di seluruh rangkaian aplikasi produktivitasnya. Ini mencakup aplikasi esensial seperti Word, Excel, PowerPoint, dan Cowork, memastikan integrasi yang luas.

"Kemitraan kami dengan Microsoft selalu bertujuan untuk menghadirkan manfaat AI canggih kepada lebih banyak individu dan organisasi, dan kami bersemangat untuk terus membangun komitmen bersama ini," tulis OpenAI dalam blognya.

Apa sebenarnya arti dari menjadi "model pilihan" masih belum sepenuhnya jelas, selain bahwa perangkat lunak OpenAI akan terus menyokong aplikasi Microsoft. Laporan sebelumnya tidak pernah menyebutkan bahwa perangkat lunak ChatGPT akan berhenti mendukung aplikasi Microsoft, hanya saja Microsoft semakin mengandalkan perangkat lunak internalnya untuk mengurangi pengeluaran. Dengan demikian, pengungkapan tentang "model pilihan" ini tidak sepenuhnya meniadakan laporan sebelumnya mengenai upaya pemotongan biaya oleh Microsoft.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update