Langsung ke konten
beritana
Breaking

Platform Vibe Coding Base44 Luncurkan Model AI Mandiri Base1

Foto Beritana UpdateBeritana Update3 menit bacaTech
Vibe coding platform Base44 launches own model as AI startups seek defensibility
Image Credits:Wix

Platform vibe coding Base44 resmi meluncurkan model AI mandiri bernama Base1 untuk membantu pengguna membuat aplikasi menggunakan bahasa sehari-hari. Langkah ini diambil hanya setahun setelah perusahaan rintisan asal Bay Area, Amerika Serikat, tersebut diakuisisi oleh Wix senilai USD 80 juta atau sekitar Rp1,3 triliun.

Vibe coding merupakan metode pembuatan aplikasi komputer yang memungkinkan pengguna merancang perangkat lunak cukup dengan memberikan instruksi verbal tanpa harus menulis baris kode pemrograman manual.

Kehadiran Base1 menandai babak baru dalam persaingan industri kecerdasan buatan yang kini mulai mempertanyakan efisiensi model bahasa besar berskala raksasa. Banyak pihak meragukan apakah ketergantungan pada penyedia teknologi pihak ketiga dapat menjamin keberlangsungan bisnis startup dalam jangka panjang. Melalui model barunya ini, Base44 ingin membuktikan bahwa efisiensi operasional jauh lebih unggul ketika infrastruktur teknologi dikuasai secara mandiri.

Pendiri Base44, Maor Shlomo, menjelaskan bahwa kepemilikan penuh atas model kecerdasan buatan ini membuka ruang optimalisasi yang sangat besar. Menurut dia, integrasi vertikal ini akan memangkas jeda waktu respons serta menekan biaya operasional secara signifikan.

"Kami ingin menghadirkan model yang bekerja lebih cepat dan murah bagi pelanggan dibandingkan harus menggunakan model komersial luar seperti Claude Opus," ujar Shlomo.

Langkah taktis ini menempatkan Base44 selangkah di depan kompetitor terdekatnya, Lovable, perusahaan rintisan asal Swedia yang masih mengandalkan model bahasa pihak ketiga. Meski Lovable baru saja meraih status unicorn dengan pendapatan tahunan berulang mencapai USD 500 juta, sekitar Rp8,1 triliun, ketergantungan tersebut dinilai rentan terhadap perubahan tarif penyedia API. Shlomo memprediksi para pemain besar di industri ini cepat atau lambat akan mengikuti jejak mereka untuk membangun model AI sendiri.

Jonathan Userovici, perwakilan dari perusahaan modal ventura Headline, menilai pertahanan utama startup kecerdasan buatan kini bertumpu pada tiga pilar utama. Ketiga aspek tersebut meliputi rantai distribusi, penguasaan tumpukan teknologi, serta kepemilikan basis data yang unik.

Base1 sendiri dilatih menggunakan data yang bersumber dari puluhan juta interaksi pengguna riil di platform mereka selama setahun terakhir.

Namun, jalan yang dihadapi tidak akan mudah karena para raksasa teknologi juga mulai merambah ceruk pasar pembuatan aplikasi instan ini. Claude Code besutan Anthropic dan xAI milik Elon Musk kini menjadi penantang serius yang memiliki akses data tidak terbatas. Shlomo tetap optimistis bahwa fokus spesifik pada satu bidang akan membuat layanan mereka jauh lebih unggul dibanding model umum milik kompetitor.

Tekanan biaya penggunaan server kecerdasan buatan memang menjadi keluhan utama para pelanggan korporasi saat ini. Perusahaan skala besar mulai menuntut efisiensi biaya karena investasi besar pada model kecerdasan buatan tercanggih sering kali tidak menghasilkan pengembalian modal yang sepadan.

Bagi Wix selaku perusahaan induk, keberhasilan Base44 menekan biaya operasional dan mencetak pendapatan tahunan senilai USD 100 juta, sekitar Rp1,6 triliun, menjadi angin segar di tengah restrukturisasi internal.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update