Vessev Menguji Kapal Feri Listrik Berteknologi Hydrofoil di Perairan New York

Vessev, sebuah perusahaan rintisan di bidang teknologi transportasi laut, baru saja memperkenalkan kapal feri listrik VS-9 yang dirancang dengan kemampuan melayang di atas permukaan air. Inovasi ini digadang-gadang mampu mengubah wajah transportasi air perkotaan dengan efisiensi energi yang jauh lebih baik dibandingkan moda konvensional.
Saat melakukan uji coba di East River, New York, kapal ini meluncur dengan sangat stabil. Sensasi yang dirasakan penumpang lebih menyerupai mobil sport ketimbang feri tradisional yang sering kali terombang-ambing oleh gelombang.
Secara teknis, VS-9 menggunakan mekanisme hydrofoil yang menempatkan struktur menyerupai sayap di bawah lambung kapal. Ketika kapal mencapai kecepatan tertentu, sayap tersebut memberikan daya angkat yang memisahkan badan kapal dari permukaan air, sehingga hambatan air berkurang drastis.
Sistem penggerak listrik pada kapal ini dikembangkan sendiri oleh tim internal Vessev. Eric Laakmann selaku pendiri dan CEO Vessev menyatakan bahwa produksi mandiri motor listrik menjadi strategi untuk menekan biaya operasional secara jangka panjang.
Hanya komponen baterai yang didapatkan perusahaan dari pihak luar karena ketersediaannya sudah sangat luas di pasar global. Keputusan ini memungkinkan perusahaan untuk lebih fokus pada optimalisasi desain sayap bawah air yang dikendalikan oleh komputer agar perjalanan tetap mulus.
Teknologi hydrofoil sebenarnya sudah dikembangkan sejak lebih dari seratus tahun lalu namun penggabungannya dengan motor listrik memberikan efisiensi baru. Perangkat ini mampu mengangkat lambung setinggi 0,75 meter di atas air, sehingga sangat efektif jika digunakan di danau, sungai, atau teluk yang terlindungi dari ombak besar.
Bagi ekosistem transportasi seperti New York, kehadiran feri semacam ini memberikan alternatif mobilitas tanpa harus membangun infrastruktur pelabuhan yang masif. Kapal ini mampu menjadi pelengkap sistem angkutan umum yang sudah ada di kawasan padat penduduk seperti Brooklyn atau Queens.
Selain sektor transportasi publik, Vessev juga membidik pasar operator tur wisata dan pelaku industri perhotelan kelas atas. Minat dari kalangan individu berpenghasilan tinggi pun mulai muncul seiring dengan banyaknya demonstrasi publik yang dilakukan perusahaan tersebut.
Saat ini VS-9 masih berstatus sebagai unit prototipe satu-satunya yang beroperasi. Meski demikian, Vessev baru saja mengantongi pendanaan Seri A senilai USD 19 juta atau sekitar Rp297 miliar pada Agustus lalu untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Ke depan, perusahaan mempertimbangkan model bisnis penjualan kit hydrofoil listrik kepada galangan kapal lain. Strategi ini memungkinkan pembuat kapal tradisional untuk mengadopsi teknologi efisiensi energi Vessev dalam armada mereka sendiri tanpa harus membangun kapal dari nol.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor







:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5334613/original/006699400_1756722926-000_72YW3RF.jpg)




