Aktor Legendaris India Nana Patekar Meninggal Dunia pada Usia 75 Tahun

Kabar duka menyelimuti industri perfilman Bollywood setelah aktor India Nana Patekar meninggal dunia pada usia 75 tahun. Kepergian sosok yang dikenal berkarakter kuat ini meninggalkan duka mendalam bagi industri hiburan global.
Patekar mengembuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan penyakit komplikasi yang dideritanya selama beberapa bulan terakhir.
Aktor kawakan ini memulai karier seninya dari panggung teater lokal sebelum merambah dunia layar lebar pada era akhir 1970-an. Bakat aktingnya yang luar biasa membawa intensitas panggung teater yang dramatis ke dalam setiap film layar lebar yang dibintanginya. Gaya bicaranya yang cepat dan penuh penekanan emosi menjadi ciri khas yang sangat sulit ditiru oleh aktor lain.
Sepanjang kariernya yang membentang selama empat dekade, ia sering memerankan karakter rakyat biasa yang berjuang melawan ketidakadilan sosial dan korupsi sistemik. Karakteristik peran yang membumi ini membuatnya sangat dicintai oleh masyarakat kelas pekerja di India yang merasa aspirasi mereka terwakili melalui aktingnya.
Patekar tercatat berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk tiga penghargaan National Film Award yang merupakan apresiasi tertinggi dalam industri perfilman India. Penampilannya yang memukau dalam film seperti Krantiveer, Parinda, dan Apurti mendapat pujian luas dari para kritikus film internasional. Dedikasinya yang luar biasa pada dunia seni peran menjadikannya sosok mentor bagi banyak aktor muda di India.
Di luar dunia seni peran yang membesarkan namanya, Patekar juga dikenal luas sebagai seorang filantropis yang sangat peduli pada nasib masyarakat miskin.
Ia mendirikan Naam Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus membantu para petani di wilayah Maharashtra yang kerap dilanda kekeringan ekstrem. Yayasan ini aktif menyalurkan bantuan dana hingga lebih dari INR 150 juta (sekitar Rp28 miliar) untuk pembangunan waduk dan bantuan langsung bagi keluarga petani miskin. Melalui yayasan tersebut, ia secara konsisten menyumbangkan sebagian besar pendapatan pribadinya untuk kegiatan kemanusiaan.
Langkah sosial yang nyata ini menginspirasi banyak figur publik lain di India untuk ikut serta memberikan perhatian pada krisis sektor agraria.
Meskipun memiliki reputasi besar sebagai aktor berbakat dan dermawan, perjalanan hidup Patekar tidak luput dari pusaran kontroversi moral. Pada tahun 2018, namanya menjadi sorotan tajam setelah tuduhan pelecehan seksual masa lalu kembali mencuat ke publik. Aktris Tanushree Dutta menuduh Patekar melakukan intimidasi dan pelecehan seksual di lokasi syuting sebuah film pada tahun 2008.
Tuduhan tersebut seketika memicu gelombang gerakan Me Too di India, sebuah kampanye sosial masif melawan pelecehan seksual di lingkungan kerja yang selama ini tabu dibicarakan. Gerakan ini mengubah lanskap industri hiburan Bollywood secara drastis dalam memandang hak perlindungan pekerja perempuan.
Patekar secara konsisten membantah tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah dan kebenaran pasti akan terungkap. "Saya tahu apa yang saya lakukan dan tuduhan itu sama sekali tidak berdasar," ujarnya dalam sebuah konferensi pers saat itu.
Kepolisian Mumbai menghentikan penyelidikan kasus tersebut pada tahun 2019 karena dinilai tidak memiliki bukti hukum yang cukup kuat untuk dilanjutkan ke persidangan.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor













:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482952/original/016557500_1769306120-Victor_Montagliani_1.jpg)