Ketegangan di Ceuta: Massa Bakar Kamp Imigran dan Bentrok dengan Polisi

Situasi keamanan di Ceuta, sebuah wilayah eksklave Spanyol di Afrika Utara, memanas setelah sekelompok pengunjuk rasa membakar kamp imigran dan terlibat bentrokan fisik dengan pihak kepolisian pada Kamis waktu setempat.
Kericuhan ini merupakan imbas dari krisis migrasi yang terus berkepanjangan di kawasan tersebut. Ketegangan memuncak tepat satu bulan setelah terjadi lonjakan ribuan orang yang menyeberang secara ilegal dari Maroko ke wilayah teritorial Spanyol tersebut.
Rekaman video yang ditayangkan oleh televisi nasional Spanyol memperlihatkan sekelompok demonstran di area pesisir pantai melemparkan berbagai benda ke arah api yang berkobar. Petugas kepolisian terpaksa memukul mundur massa sementara para imigran berupaya menyelamatkan diri ke arah dermaga.
Baca Juga:
- WNA Prancis Konten Kreator Asusila di Bali Resmi Dideportasi
- Tegang! Iran Bersumpah Balas Sanksi AS dengan Nuklir & Minyak
- Gudang Raksasa E-commerce Rusia Diserang Drone Ukraina Lagi
Insiden ini bukan peristiwa tunggal pada hari itu. Sebelumnya, sekitar 70 orang dilaporkan menyerang sebuah kendaraan militer dengan lemparan batu dan benda keras lainnya, sebagaimana disampaikan oleh juru bicara kepolisian setempat kepada kantor berita AFP.
Para pengunjuk rasa juga mencoba memblokir akses kendaraan Palang Merah yang hendak menyalurkan bantuan makanan kepada para imigran di pantai. Beberapa warga tampak mengibarkan bendera Spanyol sambil meneriakkan seruan agar para pendatang segera pergi dari wilayah mereka.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor










