Proyek Pusat Data AI di Inggris Hadapi Gelombang Protes Warga Desa

Pembangunan pusat data kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di wilayah pedesaan Devon, Inggris, kini menghadapi penolakan keras dari masyarakat setempat. Rencana untuk mendirikan salah satu pusat data terbesar di Eropa ini memicu kekhawatiran serius terkait dampak lingkungan jangka panjang bagi ekosistem lokal.
Proyek ambisius tersebut diproyeksikan menjadi pilar infrastruktur digital bagi kawasan Inggris Raya.
Teknologi kecerdasan buatan membutuhkan daya komputasi yang sangat masif sehingga menghasilkan panas yang luar biasa dari ribuan server yang bekerja terus-menerus. Untuk menjaga suhu perangkat tetap stabil, fasilitas semacam ini memerlukan sistem pendingin skala industri yang mengonsumsi energi dalam jumlah besar. Devon dipilih oleh pengembang karena lokasinya yang dianggap strategis untuk akses jaringan listrik utama.
Meski demikian, warga setempat mengkhawatirkan kerusakan pemandangan alam dan kebisingan konstan yang akan dihasilkan oleh kipas pendingin raksasa. Mereka menilai keberadaan bangunan masif tersebut akan merusak karakteristik pedesaan yang selama ini menjadi daya tarik wisata.
"Kami tidak ingin desa ini berubah menjadi kawasan industri yang bising," ujar salah satu perwakilan warga dalam sebuah pertemuan publik.
Devon sendiri adalah wilayah di barat daya Inggris yang dikenal dengan hamparan perbukitan hijau dan padang rumput luas yang menjadi habitat berbagai spesies burung. Selama berabad-abad, ekonomi lokal di sana bergantung sepenuhnya pada sektor pertanian tradisional dan pariwisata alam. Transformasi menjadi pusat teknologi dianggap tidak sejalan dengan identitas wilayah tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor













