Rencana Besar London Mengubah Oxford Street Menjadi Kawasan Bebas Kendaraan

Oxford Street yang selama ini menjadi jantung pusat perbelanjaan di London akan segera bertransformasi menjadi kawasan khusus pejalan kaki yang bebas dari kendaraan bermotor.
Wali Kota London Sadiq Khan baru-baru ini mengumumkan rencana untuk melarang bus, taksi, dan kendaraan pribadi melintasi jalur sepanjang 1,1 kilometer tersebut. Langkah ini diambil untuk menghidupkan kembali sektor ritel yang sempat lesu dan meningkatkan kenyamanan para pengunjung.
Proyek ambisius ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar GBP 150 juta (sekitar Rp2,9 triliun). Transformasi tersebut tidak hanya mencakup pengaspalan ulang jalan, tetapi juga penambahan ruang terbuka hijau serta bangku taman bagi masyarakat. Pemerintah kota berharap perubahan ini dapat menyaingi kesuksesan kawasan bebas kendaraan lain di dunia seperti Times Square di New York.
Kawasan ini telah lama menjadi ikon global yang menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya dari berbagai penjuru dunia.
Sebagai jalan pusat perbelanjaan tersibuk di Eropa, Oxford Street saat ini menampung sekitar 500.000 pengunjung setiap harinya. Namun, kepadatan arus lalu lintas dan polusi udara sering kali dikeluhkan oleh masyarakat serta pelaku usaha setempat.
Sejarah mencatat bahwa upaya untuk meniadakan kendaraan di Oxford Street sebenarnya sudah diusulkan sejak dekade 1960-an. Namun, tantangan logistik seperti pengalihan rute bus sering kali menjadi hambatan yang menghentikan rencana tersebut di tengah jalan. Sekarang, dengan dukungan penuh dari pemerintah nasional Inggris, proyek ini memiliki peluang lebih besar untuk terealisasi sepenuhnya.
"Ini adalah langkah berani yang akan mengembalikan kejayaan Oxford Street sebagai destinasi belanja kelas dunia," ujar Sadiq Khan dalam pernyataan resminya.
Penataan ini juga bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pejalan kaki di kawasan tersebut. Berdasarkan data keamanan jalan raya, persimpangan di sekitar area ini termasuk salah satu titik paling rawan bagi para turis.
Perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini beralih ke belanja daring memaksa pemilik toko fisik untuk menawarkan pengalaman yang lebih menarik. Ruang publik yang estetis dan nyaman dianggap menjadi kunci utama agar masyarakat tetap mau berkunjung ke pusat kota. Selain itu, penambahan fasilitas seni publik juga akan menjadi bagian integral dari desain baru kawasan pusat mode ini.
Rencana ini juga mencakup integrasi yang lebih baik dengan stasiun kereta bawah tanah Elizabeth Line yang baru saja beroperasi.
Integrasi tersebut memungkinkan arus penumpang yang keluar dari stasiun dapat langsung menuju area pejalan kaki tanpa perlu khawatir dengan lalu lalang bus. Pemerintah London memproyeksikan adanya peningkatan pendapatan ekonomi lokal yang signifikan pasca selesainya proyek renovasi infrastruktur tersebut.
Meskipun banyak pihak mendukung, sejumlah warga yang tinggal di pemukiman sekitar menyatakan kekhawatiran mereka terhadap potensi kemacetan di jalan-jalan kecil. Pengalihan arus ribuan bus setiap harinya memerlukan simulasi lalu lintas yang sangat akurat agar tidak menimbulkan masalah baru di wilayah penyangga. Pihak otoritas transportasi London berjanji akan melakukan konsultasi publik secara mendalam untuk mendengarkan masukan dari semua pemangku kepentingan.
Oxford Street bukan sekadar jalan, melainkan simbol sejarah perkembangan ekonomi Inggris sejak zaman Romawi.
Dulunya jalan ini merupakan jalur penghubung penting yang menghubungkan wilayah Hampshire dengan Colchester. Transformasi menjadi pusat komersial mulai terlihat pesat sejak abad ke-18 ketika berbagai toko mewah mulai bermunculan di sepanjang sisinya.
Kini, dengan kemunculan konsep kota berkelanjutan, London ingin membuktikan bahwa pusat bisnis tradisional bisa beradaptasi dengan kebutuhan zaman modern. Fokus pada pejalan kaki diharapkan dapat mengurangi emisi karbon secara drastis di wilayah pusat kota yang padat. Jika berhasil, model ini akan dijadikan standar bagi penataan kota-kota besar lainnya di Britania Raya.
Proyek pengerjaan diperkirakan akan dimulai pada awal tahun depan setelah semua perizinan lingkungan selesai diproses.
Publik kini menanti apakah wajah baru Oxford Street mampu mengembalikan gairah ekonomi London di tengah ketidakpastian global. Keberhasilan proyek ini akan menjadi warisan penting bagi kepemimpinan Sadiq Khan di periode saat ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363256/original/065722700_1790847152-ronaldo_2.jpg)
