Sinyal Saling Bertolak Belakang Negosiasi AS dan Iran

Perkembangan terbaru mengenai negosiasi AS dan Iran memicu perdebatan sengit setelah kedua belah pihak memberikan pernyataan yang saling bertolak belakang. Di tengah situasi yang memanas, ketidakjelasan status negosiasi AS dan Iran ini disinyalir terjadi karena adanya tekanan politik domestik di Teheran.
Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa pembicaraan mengenai Selat Hormuz sedang berlangsung sebagai kesempatan terakhir bagi Teheran. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan pihaknya hanya berdiskusi dengan Oman mengenai jalur pelayaran strategis tersebut. Perbedaan klaim ini menunjukkan bagaimana kedua negara menggunakan bahasa diplomasi yang berbeda untuk konsumsi publik masing-masing.
Analis politik Babak Dorbeiki menjelaskan bahwa AS ingin menunjukkan bahwa tekanan militer dan ekonomi mereka berhasil memaksa Iran berunding. Sebaliknya, Iran menghindari istilah negosiasi langsung agar tidak dianggap menyerah oleh oposisi domestik. Perbedaan visi ini sulit disatukan karena AS menuntut pembukaan penuh selat, sementara Iran menginginkan kontrol wilayah.













