Venezuela: Korban Tewas Mendekati 2.000 Jiwa, Harapan Penyelamatan Pudar

Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi dahsyat di Venezuela kini mendekati angka 2.000 jiwa, sementara sekitar 43.000 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Tim penyelamat terus berpacu dengan waktu untuk menemukan korban selamat, di tengah peringatan agensi bantuan tentang memburuknya krisis kelaparan dan penyakit.
Venezuela diguncang dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang melanda secara beruntun pekan lalu. Data yang dikumpulkan oleh pemerintah Venezuela, oposisi, UNICEF, dan National Aeronautics and Space Administration (NASA) mengonfirmasi skala kehancuran yang masif.
Meski demikian, laju penyelamatan mengalami perlambatan drastis seiring berakhirnya jendela kritis 72 jam untuk bertahan hidup.
Tim penyelamat kini tidak hanya berupaya mencari korban selamat, tetapi juga berfokus menemukan jenazah.
Pada hari Selasa, tim penyelamat dari Ekuador dan Amerika Serikat menghentikan operasi di Macuto, La Guaira. Penghentian ini dilakukan setelah mereka tidak lagi menerima respons dari seorang ibu dan ketiga anaknya yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan, setelah lebih dari 40 jam upaya evakuasi yang tiada henti.
“Pada akhirnya, kami percaya hari-hari telah berlalu dan yang akan kami temukan sekarang adalah kematian,” ujar Mayor Jorge Montanero, pemimpin tim Ekuador.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor













