Google Luncurkan Nano Banana 2 Lite: Generator Gambar AI Lebih Cepat dan Murah

Google pada Selasa (01/7) memperkenalkan Nano Banana 2 Lite, versi terbaru dari generator gambar dan video kecerdasan buatan (AI) besutannya.
Model AI terbaru ini diklaim perusahaan jauh lebih cepat dan lebih hemat biaya dibandingkan versi sebelumnya, menandai langkah signifikan dalam pengembangan alat kreatif berbasis AI.
Nano Banana 2 Lite memiliki latensi yang jauh lebih rendah, mampu menghasilkan gambar hanya dalam empat detik. Kemampuan ini menjadikannya pilihan ideal untuk proses pengerjaan prototipe gambar yang intensif dan produksi volume tinggi secara cepat.
Dari segi biaya, Google menetapkan harga USD 0,034 per 1.000 gambar, atau sekitar Rp0,55 per gambar, menjadikannya sangat terjangkau bagi mereka yang ingin menyusun dan menyempurnakan konten dalam skala besar.
Peluncuran ini menyusul Nano Banana versi orisinal, yang didukung oleh Gemini 3.1 Flash dan diluncurkan musim panas lalu. Kemudian, pada Februari, Google merilis Nano Banana 2 yang membawa kemampuan baru untuk generator, termasuk penciptaan gambar yang lebih realistis.
Selain itu, Google juga menawarkan Nano Banana Pro, model yang lebih bertenaga dan lebih mahal untuk kasus penggunaan yang lebih canggih. Sementara Nano Banana 2 disebut sebagai "andalan serbaguna", Nano Banana 2 Lite dioptimalkan khusus untuk alur kerja bervolume tinggi yang membutuhkan kecepatan tinggi.
Terlepas dari reaksi negatif konsumen terhadap "sampah AI" (AI slop) yang dihasilkan oleh model-model gambar, perusahaan teknologi terus berinvestasi besar-besaran dalam alat AI untuk generasi citra dan video. Namun, Google kerap memasarkan model-modelnya sebagai alat praktis yang dapat membantu pembuatan iklan.
Hubungan antara Hollywood dan perusahaan AI juga terus menguat, menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas kreatif dan penonton.
Google bahkan baru saja mencapai kesepakatan senilai USD 75 juta (sekitar Rp1,22 triliun) dengan studio independen A24, yang dikenal atas film-film kritikal dan artistik berkualitas tinggi. Kemitraan ini telah menuai kritik signifikan dari para penggemar, yang khawatir akan dampak AI terhadap integritas kreatif.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor


















