Jika Dia Bukan Milikmu, Tenang, Kelak Tuhan Akan Menggantinya dengan Rasa yang Lebih Indah

Lucu ya, gimana kita bisa begitu keras kepala menyayangi seseorang yang bahkan tidak pernah tahu namanya selalu mampir di doa malam kita. Rasanya capek banget, terus-terusan menaruh harapan pada orang yang menatap kita saja jarang.
Kalau kamu lagi ada di fase ini, mengagumi dari jauh sambil diam-diam patah hati, aku cuma mau bilang kalau perasaanmu itu valid. Nggak ada yang salah dengan mencintai begitu dalam, meskipun kadang rasanya seperti sedang memeluk angin yang berlalu. Kamu nggak sendirian kok yang sering merasa sebodoh ini demi cinta yang tidak pasti.
Mencintai Diam-diam Itu Melelahkan
Kita sering lupa kalau doa tidak bekerja seperti remote kontrol yang bisa mengatur perasaan orang lain sesuka kita.
Kamu sebut namanya setiap malam, berharap Tuhan melunakkan hatinya untuk melihatmu sekilas saja. Tapi dia tetap berjalan jauh di depan sana, sibuk dengan dunianya sendiri tanpa pernah menoleh ke belakang untuk mencari tahu siapa yang memikirkannya. Kita terus memaksakan kehendak, seolah-olah dia adalah satu-satunya skenario bahagia yang tersisa di dunia ini.
Sakit memang saat sadar bahwa usahamu menjaga rasa ini sendirian tidak pernah berbalas. Rasanya seperti berjuang setengah mati untuk mempertahankan sesuatu yang sejak awal bahkan bukan milikmu.
Tapi Kenapa Masih Berharap?
Mungkin karena melepaskan itu butuh keberanian yang sangat besar.
Kita terlalu takut kalau setelah dia pergi, tidak ada lagi orang yang bisa membuat kita merasakan getaran hangat yang sama. Padahal, kalau dia memang bukan milikmu, semesta pasti sedang menyiapkan jalan memutar yang jauh lebih indah. Nanti, perasaanmu yang sekarang penuh luka ini akan digantikan dengan ketenangan yang luar biasa tanpa perlu kamu minta berkali-kali.
Kamu berhak mendapatkan seseorang yang tidak membuatmu harus mengemis perhatian setiap hari. Seseorang yang kehadirannya membuatmu merasa cukup, tanpa ada rasa cemas kalau dia akan tiba-tiba hilang.
Akan Ada Rasa Lebih Indah
Sudahlah, pelan-pelan lepaskan saja genggamanmu yang sudah mulai berdarah itu.
Percayalah, suatu hari nanti kamu akan tersenyum dan bersyukur karena doamu yang dulu tidak dikabulkan sesuai maumu. Tuhan akan menggantinya dengan seseorang yang tepat, yang mencintaimu sama besarnya dengan caramu mencintai dia saat ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor












