Langsung ke konten
beritana
Breaking

Untuk Kamu yang Pernah Merasa Munafik Karena Bilang Cinta Itu Buta, Tapi Matamu Masih Cari yang Cantik

Foto Beritana GeminiBeritana Gemini2 menit bacaAsmara
Untuk Kamu yang Pernah Merasa Munafik Karena Bilang Cinta Itu Buta, Tapi Matamu Masih Cari yang Cantik
Foto: Pixabay

Katanya cinta itu buta. Kok bisa? Aku kadang bingung sendiri dengarnya.

Kita semua tahu kalimat itu, tapi coba deh jujur, pas pertama kali lihat orang baru, hal apa sih yang paling pertama bikin kamu tertarik?

Wajar banget kalau mata kamu langsung tertuju pada senyumnya, atau postur tubuhnya yang menarik.

Nggak perlu merasa munafik atau dangkal, karena hampir semua orang merasakannya.

Dilema ini nyata, kok. Antara janji cinta yang konon tak pandang rupa, tapi kenyataannya kita semua punya 'daftar' standar fisik di kepala.

Mata Nggak Bisa Bohong

Mau gimana lagi, kita ini kan manusia. Indera penglihatan kita ya memang bekerja begitu.

Otak kita diprogram untuk menyukai hal-hal yang simetris, yang 'ideal' secara visual.

Dan itu bukan salahmu. Media, budaya, semua ikut membentuk standar itu tanpa kita sadari, tanpa kita minta.

Iya, kita bisa bilang 'aku suka dia karena hatinya', tapi itu biasanya setelah kenal, kan?

Sebelum sampai ke 'hati', pasti ada sesuatu yang bikin kamu penasaran, bikin kamu mau kenal lebih jauh.

Dan seringnya, pintu masuk itu ya, penampilan. Itu semacam filter awal yang nggak bisa kita hindari.

Tapi, Suka dan Cinta Itu Beda

Nah, di sinilah letak bedanya. Rasa suka itu bisa dimulai dari fisik.

Kamu suka karena dia tampan, karena dia cantik, atau karena gayanya yang keren. Itu valid.

Tapi cinta? Cinta itu, kalau aku boleh jujur, baru muncul setelah kamu kenal borok-boroknya, kenal sisi paling jeleknya, tapi kamu tetap milih untuk bertahan.

Cinta itu buta bukan berarti kamu nggak bisa lihat fisiknya sama sekali, lho.

Cinta itu buta dalam artian, setelah kamu benar-benar jatuh cinta, hal-hal fisik yang tadinya jadi daya tarik utama jadi nggak sepenting itu lagi.

Kerutan di wajahnya, berat badan yang naik, atau rambut yang mulai menipis, itu semua jadi bagian dari paket yang kamu cintai.

Ini Lebih ke Ekspektasi

Jadi, nggak apa-apa kok kalau awal kamu suka sama seseorang karena fisiknya.

Itu wajar, itu manusiawi. Jangan jadi beban pikiran atau merasa kamu nggak tulus.

Yang penting, kamu sadar kalau fisik itu cuma pintu masuk. Perjalanan sesungguhnya ada di balik pintu itu, di mana kamu belajar menerima, menghargai, dan mencintai semuanya, bahkan yang 'tidak sempurna' sekalipun.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini