Langsung ke konten
beritana

Kadang Menjadi Orang Baik Sering Dijahatin, dan Itu Membuatmu Lelah Berjuang Sendirian

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaAsmara
selama natal, pasangan, anak muda, rakyat, pirang, persahabatan, bersama, pembicaraan, pagar, musim dingin, hari libur, lampu, ornamen, dekorasi, tampilan belakang, foto
Foto: Surprising_Media / Pixabay

Pernah nggak sih, kamu duduk sendirian sambil mikir, apa gunanya selama ini kamu selalu berusaha bersikap baik ke semua orang? Rasanya capek banget ketika ketulusanmu malah dibalas dengan perlakuan yang bikin nyesek.

Kamu nggak sendirian kok merasakan ini, karena banyak dari kita yang pelan-pelan mulai menutup diri hanya karena takut dimanfaatkan lagi. Wajar banget kalau sekarang kamu merasa ragu untuk menolong orang lain, sebab hatimu juga butuh istirahat dari rasa kecewa yang berulang.

Tapi Kenapa Harus Kamu?

Orang baik dijahatin itu kenyataan pahit yang sering kita telan bulat-bulat.

Kadang kita bingung kenapa orang baik selalu dimanfaatkan oleh lingkungan sekitarnya, padahal kita tidak pernah berniat buruk pada mereka. Kita sering lupa bahwa di dunia ini tidak semua orang punya kapasitas hati yang sama untuk menghargai ketulusan. Ada orang-orang yang memang hanya mendekat saat butuh, lalu menghilang begitu urusan mereka selesai.

Lucunya, saat kita mencoba membalas kejahatan mereka dengan hal yang sama, rasanya malah makin aneh dan tidak nyaman di hati. Kita sadar bahwa membalas dendam justru akan membuat kita kehilangan diri kita yang sebenarnya.

Ibarat Pohon yang Lebat Buahnya

Hanya pohon berbuah lebat yang bakal dilempari batu.

Pikirkan deh, tidak ada orang yang mau membuang tenaga untuk melempar batu ke pohon kering yang tidak menghasilkan apa-apa. Begitu juga dengan dirimu yang selalu punya banyak hal baik untuk dibagikan kepada orang-orang di sekitarmu. Mereka menjahatimu karena mereka melihat ada nilai berharga di dalam dirimu yang tidak mereka miliki.

Ketika mereka membicarakanmu di belakang, itu adalah bukti nyata bahwa kamu sebenarnya sedang melangkah jauh di depan mereka. Kamu tidak perlu turun kelas hanya untuk meladeni orang-orang yang sibuk mengurusi hidupmu dari belakang.

Tetaplah Menjadi Cahaya yang Hangat

Jadi, jangan biarkan sikap buruk mereka mengubah hatimu yang sehangat ini menjadi dingin dan penuh kebencian. Teruslah berbuat baik dengan caramu sendiri, tapi kali ini pasang batasan yang sehat agar tidak ada lagi yang bisa menginjak-injak ketulusanmu. Kamu itu berharga, dan dunia ini masih sangat membutuhkan orang-orang tulus seperti kamu untuk tetap bertahan.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update