Kadang, Setia Sama Satu Orang Itu Pilihan Paling Radikal di Tengah Ramainya Dunia

Capek nggak sih kadang mikirin soal cinta? Rasanya kayak, banyak banget pilihan, tapi kok ya ujung-ujungnya bikin kepala makin mumet, hati makin galau.
Kamu nggak sendirian kok. Aku juga pernah di titik itu, pas lihat kanan-kiri, semua orang kayaknya punya opsi yang lebih baik, lebih seru, lebih menantang. Atau setidaknya, itu yang terlihat di permukaan.
Kok Ya Rasanya Susah Banget?
Dulu, aku pikir setia itu cuma kayak nurutin aturan main. Semacam kewajiban yang bikin kamu harus tahan diri dari segala godaan yang ada.
Godaan itu nyata, lho. Bukan cuma dari orang lain yang kelihatan lebih 'wah', lebih sukses, atau lebih menarik secara fisik. Tapi juga dari diri sendiri, dari bisikan 'apa kalau coba yang lain, aku bisa lebih bahagia?'
Ada momen di mana kamu merasa, kok ya gampang banget sih orang lain berpaling? Atau jangan-jangan, akulah yang aneh karena mikirnya harus 'satu' terus? Rasanya kayak ketinggalan sesuatu kalau nggak terus-terusan eksplorasi.
Jaga hati, jaga perasaan, jaga kepercayaan pada satu jiwa, itu kayak mantra yang gampang diucapkan pas lagi santai. Tapi pas dihadapin sama realita, beratnya minta ampun, ya kan?
Bukan Soal Mati Rasa
Tapi, tahu nggak? Seiring waktu, pas udah capek muter-muter, aku nyadar satu hal.
Setia sama satu cinta, percaya sama satu jiwa itu, bukan berarti kamu jadi buta sama yang lain. Bukan berarti kamu jadi nggak bisa lihat pesona orang lain, lho. Bukan itu intinya.
Ini tentang sebuah pilihan sadar, setiap hari. Sebuah keputusan untuk, 'oke, di tengah semua keramaian, semua opsi, semua 'apa kalau', aku memilih untuk menaruh hatiku dan membangun sesuatu yang dalam sama orang ini.'
Ini tentang investasi yang nggak main-main. Investasi waktu, perasaan, energi, bahkan mungkin mimpi-mimpi masa depan, ke orang yang sama, terus-terusan. Bukan investasi yang gampang dicairkan pas lagi bosan, atau gampang diganti saham lain yang lagi naik daun karena kelihatan lebih menjanjikan.
Ada semacam ketenangan yang beda, pas kamu nggak harus terus-terusan scan radar, terus-terusan mikir 'ada yang lebih baik nggak ya?' Rasanya lega, bisa bernapas tanpa harus selalu waspada.
Ini Pilihanmu, Lho
Bukan buat orang lain, bukan buat pamer kesalehan cinta, bukan buat validasi di media sosial. Ini pilihanmu sendiri.
Kamu bisa banget memilih untuk jadi seseorang yang setia, yang percaya pada satu cinta, satu jiwa. Bukan karena terpaksa, tapi karena kamu sadar betul, di sana ada kebahagiaan yang beda, yang nggak bisa kamu dapat dari sekadar gonta-ganti.
Kebahagiaan yang muncul dari kedalaman, dari keintiman yang terbangun pelan-pelan, dari pondasi yang kokoh. Dari rasa aman karena tahu ada satu orang yang, ya, kamu pilih, dan dia juga memilih kamu, di tengah hiruk pikuk dunia.
Jadi, kalau kamu lagi capek mikirin ini, atau lagi di persimpangan, coba deh. Beranilah memilih. Berani membangun sesuatu yang nyata dengan satu orang. Karena kadang, bertahan itu justru lebih powerful, lebih radikal, dan jauh lebih membahagiakan daripada terus mencari yang nggak ada ujungnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor













