Untuk Kamu yang Masih Berharap Sendiri, Memang Sakitnya Bukan Main

Rasanya kayak lagi jalan di treadmill, lari kenceng, tapi di tempat yang sama.
Kamu kasih semua energi, semua harapan, semua perhatian, tapi yang kamu dapat cuma janji angin atau isyarat yang nggak pernah jelas. Wajar kalau capek, wajar kalau sakit, wajar banget kalau sekarang kamu cuma pengen nangis di pojokan. Kamu nggak sendirian, kok.
Kita Sudah Terlalu Sering Merasakan Ini
Dia datang saat kamu lagi rapuh-rapuhnya, ya kan? Ngasih perhatian yang pas banget, bikin kamu ngerasa 'dilihat' lagi.
Terus pelan-pelan, hati kamu mulai mekar. Kamu bangun mimpi-mimpi kecil, senyum-senyum sendiri kalau dia chat, atau cuma sekadar ingat omongannya.
Lama-lama, kamu jadi nyaman banget. Sampai lupa kalau kenyamanan itu bisa jadi jebakan paling manis. Kamu percaya semua yang dia tunjukin, semua sinyal samar yang dia kasih.
Kenyamanan yang Nggak Ada Statusnya
Sering banget kan, kita dekat sama seseorang sampai ngerasa sudah jadi bagian hidupnya. Ngobrol sampai pagi, ketawa sampai sakit perut, curhat masalah keluarga.
Semua momen itu bikin kamu mikir, 'ini sih pasti lebih dari teman.' Tapi di satu sisi, nggak ada labelnya. Kosong.
Kamu terus ngasih lebih, berharap dia bakal peka, bakal sadar kalau kamu itu serius. Tapi dia? Dia baik-baik aja dengan status 'nggak jelas' ini.
Ini Bukan Soal Kurang Atau Lebih
Pernah nggak sih, kamu mulai nyalahin diri sendiri? Mikir, 'apa gue kurang cantik?', 'apa gue kurang sabar?', 'apa gue nggak cukup baik buat dia?'.
Bukan karena kamu kurang, sayang. Bukan karena kamu nggak cukup. Tapi karena dia memang belum siap, atau mungkin, emang nggak punya rasa yang sama denganmu.
Kadang, yang perlu kamu fix bukan hubungannya. Tapi ekspektasimu soal dia. Ini pahit, tapi jujur.
Sudah Saatnya Kamu Berhenti Ngarep
Berat, ya, kalau dibilang suruh berhenti berharap? Rasanya kayak nyuruh kamu berhenti napas.
Tapi kamu layak dapat kepastian, bukan cuma harapan yang digantung. Kamu layak dapat seseorang yang bisa tegas bilang, 'iya, aku juga mau kamu.'
Sudah terlalu lama kamu berdiri di tepian jurang. Menunggu dia yang nggak pernah menoleh. Sekarang waktunya berbalik, melihat ke belakang, dan menemukan jalanmu sendiri.
Nggak apa-apa kok kalau sekarang masih sakit. Kasih waktu dirimu buat berduka. Tapi ingat, kamu berhak dapat yang jelas, yang nyata, yang nggak perlu kamu tebak-tebak terus perasaannya. Karena kamu itu berharga, jauh lebih berharga dari sekadar harapan kosong.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor











