14 Bayi Baru Lahir Tewas Akibat Kebakaran RS Islamabad

Kebakaran tragis melanda sebuah rumah sakit di Islamabad, Pakistan, menyebabkan 14 bayi baru lahir meninggal dunia. Insiden mematikan ini terjadi di Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS) pada Rabu pagi, memicu duka mendalam.
Api berkobar di bangsal ginekologi yang menampung setidaknya 15 bayi baru lahir, menurut keterangan pejabat rumah sakit. Salah satu bayi berhasil diselamatkan, namun 14 lainnya tidak dapat bertahan.
Tim penyelamat mengatakan api bermula sekitar pukul 06.45 pagi setelah kompresor unit pendingin udara di dalam bangsal meledak. Petugas pemadam kebakaran segera merespons dan berhasil memadamkan api dengan cepat.
Baca Juga:
- Meta Disanksi Rp260 T, Aturan Radiasi Nuklir Berubah Drastis
- AS Cabut Visa Massal 200 Ribu Pencari Suaka: Kebijakan Baru Trump
- Peta Jalan Damai Kongo Timur: Asa Baru di Tengah Badai M23 & Rwanda
Menteri Kesehatan Federal Mustafa Kamal mengonfirmasi jumlah korban dan menyatakan kesedihannya atas musibah ini. Perdana Menteri Shehbaz Sharif segera memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas insiden tragis tersebut.
Sebuah komite pencari fakta multi-lembaga telah dibentuk untuk menginvestigasi penyebab kebakaran dan mengevaluasi standar keselamatan. Komite tersebut diinstruksikan untuk menyerahkan laporan lengkap dalam waktu 24 jam.
Presiden Asif Ali Zardari menyampaikan belasungkawa mendalam, menyebut kematian bayi-bayi itu sebagai "kehilangan yang memilukan dan tak tergantikan." Ia juga mendesak rumah sakit untuk memastikan langkah-langkah keselamatan kebakaran yang efektif.
Kepergian anak-anak itu menyisakan gelombang duka dan keterkejutan di seluruh negeri. Kerabat korban, termasuk seorang ibu bernama Mohammad Sami yang kehilangan bayinya, berkumpul di rumah sakit menuntut pertanggungjawaban. Ia tak kuasa menahan tangis sembari berujar, "Saya telah kehilangan anak saya."
Menteri Kamal menegaskan prioritas utama saat ini adalah mendukung para orang tua dan mengembalikan jenazah bayi-bayi tersebut. Ia juga menyatakan akan secara pribadi mengawasi investigasi yang sedang berlangsung di PIMS.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor








