Kereta api sering kali dianggap sebagai pilihan yang lebih stabil dibandingkan transportasi darat lainnya, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Penumpang disarankan untuk segera melakukan pengecekan ketersediaan kursi melalui aplikasi resmi atau gerai penjualan tiket daring karena tingginya okupansi saat terjadi gangguan penerbangan.
Alternatif ketiga adalah jasa travel antarkota yang menawarkan layanan penjemputan dari titik tertentu hingga ke alamat tujuan. Layanan ini menjadi solusi bagi penumpang yang mengutamakan kenyamanan dan efisiensi waktu karena fleksibilitas rutenya dibandingkan angkutan umum massal.
Bagi calon penumpang yang berniat melakukan perjalanan antar-pulau, pilihan moda transportasi laut dapat dipertimbangkan melalui penyeberangan kapal feri. Namun, efektivitas moda ini sangat bergantung pada kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik yang sedang berlangsung di Selat Sunda.
Penggunaan kapal laut menjadi kurang ideal apabila jalur penyeberangan terdampak langsung oleh material vulkanik Gunung Anak Krakatau. Oleh karena itu, koordinasi dengan pihak operator pelabuhan sebelum membeli tiket menjadi hal yang wajib dilakukan demi menghindari penumpukan di dermaga.
Secara keseluruhan, penumpang diharapkan tetap memantau informasi terkini dari maskapai maupun pengelola transportasi terkait perubahan jadwal atau rute. Fleksibilitas dalam memilih moda transportasi darat dan laut menjadi kunci utama dalam meminimalisir kendala mobilitas saat terjadi bencana alam seperti erupsi gunung berapi.