7 Pilihan Makanan untuk Membersihkan Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik

Paparan abu vulkanik di udara terbuka berisiko tinggi memicu gangguan pernapasan, termasuk penumpukan lendir yang berlebih pada saluran tenggorokan.
Kementerian Kesehatan dalam edaran resminya menjelaskan bahwa partikel debu halus tersebut dapat menyebabkan iritasi tenggorokan, batuk, hingga sesak napas. Kondisi ini memperburuk penyakit paru seperti asma atau bronkitis kronis bagi kelompok rentan.
Lendir sebenarnya berfungsi alami sebagai pelindung tubuh dari patogen asing. Produksi dahak yang tidak terkendali justru memicu peradangan, alergi, bahkan risiko pneumonia.
Berikut adalah tujuh jenis makanan yang disarankan untuk membantu mengencerkan dan mengeluarkan lendir dari saluran pernapasan secara alami.
Jahe menjadi pilihan utama karena kandungan senyawa antibakteri dan antivirus yang dimilikinya. Rempah ini bekerja efektif meredakan penyumbatan dada sekaligus membantu tubuh mengeluarkan lendir.
Cabai rawit juga dapat dimanfaatkan untuk kondisi serupa karena kandungan capsaicin. Rasa pedas tersebut berperan mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan melalui mekanisme batuk.
Bawang putih menawarkan solusi antimikroba yang kuat untuk melawan infeksi bakteri dan jamur. Penggunaan bawang putih yang lebih banyak dalam masakan harian membantu mencegah tumpukan lendir menetap di tenggorokan.
Nanas merupakan buah yang mengandung enzim bromelain. Enzim ini memiliki sifat mukolitik yang mampu memecah struktur lendir, sekaligus meringankan masalah pernapasan akibat alergi.
Ikan salmon kaya akan asam lemak omega-3 yang bersifat antiinflamasi. Mengonsumsi salmon membantu menekan peradangan pada saluran napas dan mempermudah proses pembersihan dahak.
Kapulaga, yang umumnya digunakan sebagai rempah dapur, juga memiliki kemampuan serupa untuk mengusir lendir yang membandel. Bumbu ini sering kali terabaikan padahal manfaatnya bagi kesehatan saluran napas cukup signifikan.
Bawang bombay melengkapi daftar ini dengan khasiatnya meredakan batuk dan pilek. Masyarakat dapat merendam parutan bawang bombay dalam air selama 8 jam untuk dikonsumsi sebanyak 3 hingga 4 sendok makan setiap hari guna mengatasi gejala infeksi saluran napas.
Pola konsumsi makanan sehat tetap harus dibarengi dengan menjaga kebersihan lingkungan serta penggunaan masker saat kualitas udara buruk. Langkah pencegahan dini sangat membantu mengurangi beban kerja sistem pernapasan manusia.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor
















