Akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount: Dampak dan Masa Depan Hollywood

Industri hiburan global baru saja menyaksikan salah satu transaksi korporasi paling bernilai dalam sejarah, yakni pengambilalihan Warner Bros. Discovery oleh Paramount yang mencapai nilai fantastis USD 111 miliar atau setara dengan Rp1.748 triliun.
Kesepakatan ini resmi tuntas pada 6 Oktober 2025 setelah melewati rangkaian hambatan regulasi yang ketat dan persaingan sengit. Penggabungan dua raksasa media ini diprediksi akan mengubah lanskap industri film dan penyiaran televisi di Amerika Serikat secara mendalam.
Sebelum kesepakatan ini tercapai, Warner Bros. Discovery sempat mengalami masa sulit dengan tumpukan utang miliaran dolar serta penurunan jumlah pemirsa televisi kabel. Kondisi keuangan yang tidak stabil membuat perusahaan tersebut mencari mitra strategis untuk bertahan di tengah gempuran platform streaming yang semakin kompetitif.
Awalnya, Netflix sempat menjadi kandidat terkuat untuk mengakuisisi aset-aset penting Warner Bros. Discovery dengan tawaran sebesar USD 82,7 miliar atau sekitar Rp1.302 triliun. Namun, perusahaan tersebut memutuskan untuk menarik diri setelah Paramount melayangkan penawaran yang jauh lebih tinggi.
David Ellison, pemimpin Paramount, berhasil memenangkan perebutan tersebut dengan dukungan pendanaan besar dari ayahnya, Larry Ellison. Larry dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia sekaligus tokoh berpengaruh dalam kancah politik Amerika Serikat.
Transisi ini tidak berjalan mulus karena adanya kekhawatiran terkait beban utang yang diwariskan kepada entitas baru bernama Skydance tersebut. Perusahaan hasil merger ini kini harus mengelola beban utang yang sangat masif, yang didukung oleh komitmen pendanaan dari beberapa lembaga keuangan besar seperti Bank of America dan Citi.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor















