Andreessen Horowitz Ubah Nama Dana Kripto, Perluas Investasi ke AI

Perusahaan modal ventura terkemuka asal Amerika Serikat, Andreessen Horowitz, resmi mengubah nama dana kelolaan kriptonya menjadi a16z Frontier. Langkah strategis ini memperluas fokus investasi perusahaan ke bidang kecerdasan buatan atau AI serta teknologi masa depan lainnya.
Langkah a16z ini menandai pergeseran peta arus modal global dari sektor aset digital murni menuju integrasi teknologi mutakhir.
Meskipun menghapus kata kripto dari nama dana kelolaannya, a16z menegaskan komitmennya di industri teknologi buku besar terdistribusi tersebut. General Partner a16z Chris Dixon menyatakan bahwa pihaknya akan terus menanamkan modal pada portofolio berbasis kripto sekaligus mendorong regulasi yang adaptif. Portofolio besar mereka saat ini mencakup bursa kripto Coinbase, jaringan blockchain Solana, serta protokol pertukaran finansial terdesentralisasi Uniswap.
Dixon menilai bahwa teknologi blockchain kini telah menjadi infrastruktur mendasar yang melebur ke dalam berbagai produk keuangan modern. Banyak institusi Wall Street dan perusahaan teknologi finansial yang meluncurkan layanan berbasis blockchain tanpa harus menyematkan label perusahaan kripto.
"Label menjadi kurang penting sekarang karena lebih masuk akal mendefinisikan perusahaan berdasarkan apa yang mereka lakukan, bukan sekadar teknologi yang digunakan," tulis Dixon dalam pengumuman resminya.
Pada Januari lalu, perusahaan modal ventura yang berbasis di Silicon Valley ini melaporkan telah menghimpun dana total lebih dari USD 15 miliar (sekitar Rp243,7 triliun) di seluruh lini investasinya. Pendiri a16z, Ben Horowitz, menegaskan bahwa misi utama perusahaan adalah menguasai arsitektur kunci masa depan. Dua pilar utama arsitektur tersebut berada pada persimpangan antara AI dan teknologi kripto.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor














