Andrew Cuomo Sebut Pendanaan Kripto ke Partai Republik Renggangkan Hubungan Demokrat

Mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo, melontarkan kritik tajam terhadap strategi lobi industri aset kripto di Amerika Serikat. Ia menyebut langkah pelaku industri yang condong memberikan dukungan dana besar kepada Partai Republik telah menciptakan jarak dengan Partai Demokrat.
Padahal, dukungan bipartisan sangat diperlukan agar undang-undang kripto bisa disahkan di tingkat federal. Cuomo menyampaikan pandangannya tersebut saat berbicara dalam sebuah panel diskusi bersama CEO OKX, Star Xu, di ajang Token2049 pada Selasa lalu.
Data dari Tech Influence Watch menunjukkan ketimpangan aliran dana politik dari komite aksi politik atau PAC yang berfokus pada kripto. Sepanjang siklus pemilihan 2026, mereka telah menggelontorkan dana sebesar USD 54,3 juta (sekitar Rp855 miliar) untuk mendukung kandidat Republik.
Angka tersebut jauh melampaui dukungan kepada Partai Demokrat yang hanya mencapai USD 26,2 juta (sekitar Rp412 miliar). Bahkan, terdapat tambahan pengeluaran sebesar USD 23,2 juta (sekitar Rp365 miliar) yang dialokasikan khusus untuk melawan kandidat dari kubu Demokrat.
Cuomo menekankan bahwa investasi yang terlalu berat sebelah ke salah satu pihak secara alami akan memicu resistensi dari kubu yang terabaikan. Menurut dia, industri kripto harus lebih menyeimbangkan dukungan mereka jika benar-benar menginginkan legislasi seperti CLARITY Act dapat lolos dari parlemen.
Saat ini, pasar prediksi Kalshi mencatat probabilitas sekitar 61 persen bagi Demokrat untuk menguasai kedua kamar di Kongres. Kondisi ini membuat peran Demokrat menjadi krusial dalam menentukan nasib regulasi aset digital ke depan.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor
















