Arus Keluar Bitcoin di Binance Tembus Rekor Tertinggi Sejak Pertengahan 2023

Bursa mata uang kripto terbesar di dunia, Binance, mencatat arus keluar Bitcoin (BTC) dalam jumlah besar selama periode akhir September.
Data dari platform analitik onchain CryptoQuant menunjukkan bahwa total arus keluar bersih mencapai 23.137 BTC dalam kurun waktu tujuh hari yang berakhir pada 27 September. Angka ini menjadi rekor mingguan tertinggi bagi bursa tersebut sejak Juni 2023, ketika saldo BTC mereka berkurang sebesar 44.942 keping dalam satu minggu.
Fenomena penarikan aset dari bursa sering kali dianggap sebagai indikator akumulasi jangka panjang oleh para investor. Penarikan aset ke dompet pribadi menandakan bahwa pemegang BTC berniat menyimpan aset mereka untuk periode yang lebih lama, alih-alih melakukan perdagangan aktif di bursa.
”Semakin banyak BTC yang keluar dari platform yang mudah diakses seperti Binance, semakin kuat sinyal bahwa akumulasi sedang terjadi,” tulis CryptoQuant dalam laporan risetnya.
Catatan historis menunjukkan bahwa tren serupa pernah terjadi pada Juni 2023, saat harga Bitcoin melonjak dari USD 26.300 (sekitar Rp403 juta) ke level USD 30.500 (sekitar Rp467 juta) dalam periode mingguan setelah arus keluar besar-besaran. Analis melihat pola penarikan aset kali ini mencerminkan perilaku pasar yang serupa.
Sejak 20 September, cadangan BTC di Binance tercatat turun hampir 40.000 keping. Kondisi ini dipadukan dengan melemahnya tekanan jual di pasar, yang diyakini berpotensi mendorong Bitcoin keluar dari fase konsolidasi saat ini dengan cukup cepat.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509683/original/007030900_1771743691-Thomas_Muller.jpg)
