Ondo Finance Buka Akses Pasar Privat Melalui Tokenisasi Saham Perusahaan AI

Platform tokenisasi aset dunia nyata, Ondo Finance, kini memperluas jangkauan layanan mereka ke pasar privat dengan menawarkan eksposur terhadap perusahaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang bersiap melantai di bursa saham.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui peluncuran layanan Ondo Private Markets. Melalui instrumen ini, investor yang memenuhi syarat dapat memiliki catatan token yang nilainya terikat pada perolehan per lembar saham biasa dari perusahaan terkait saat terjadi peristiwa likuiditas tertentu.
Perlu dipahami bahwa instrumen ini memberikan akses ekonomi kepada investor tanpa harus memiliki saham perusahaan secara langsung. Ini merupakan cara baru untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan sebelum mereka melakukan penawaran umum perdana atau pre-IPO.
Investor yang memenuhi kriteria dapat menyimpan catatan token tersebut di dompet kripto pribadi mereka. Mereka juga memiliki fleksibilitas untuk memperdagangkan aset ini di pasar sekunder kapan saja selama 24 jam penuh.
Ondo menyebutkan bahwa produk pertama yang terkait dengan perusahaan AI ini direncanakan mulai diperdagangkan dalam pekan ini. Perusahaan nantinya akan merambah ke sektor lain seperti robotika, keamanan siber, bioteknologi, hingga infrastruktur.
Kehadiran produk baru ini melengkapi portofolio Ondo Stocks yang saat ini telah mengelola nilai aset terkunci lebih dari USD 1 miliar atau sekitar Rp15,6 triliun. Platform tersebut mencatat telah menyediakan lebih dari 450 saham dan exchange-traded funds atau ETF yang telah ditokenisasi.
Langkah ini menempatkan Ondo dalam persaingan ketat dengan berbagai entitas keuangan besar yang juga mulai melirik sektor privat. Pada bulan April lalu, dana ventura milik Robinhood telah menyuntikkan dana sebesar USD 75 juta ke saham OpenAI agar investor ritel bisa mendapatkan akses melalui dana tertutup yang mereka kelola.
Tidak hanya perusahaan rintisan di bidang teknologi, institusi perbankan tradisional pun mulai melirik teknologi ini. Citi dilaporkan sedang mengembangkan pasar berbasis blockchain untuk memfasilitasi transaksi saham perusahaan privat agar lebih transparan dan efisien.
Pemanfaatan teknologi blockchain untuk aset tradisional memang terus berkembang pesat dalam setahun terakhir. Konsep tokenisasi memungkinkan aset yang dulunya sulit diakses oleh investor umum kini menjadi lebih likuid dan mudah diperdagangkan di pasar global.
Inovasi ini diharapkan mampu mendemokratisasi akses investasi pada perusahaan yang selama ini hanya bisa dijangkau oleh investor institusional besar. Dengan memangkas hambatan masuk, pasar privat kini menjadi lebih terbuka bagi berbagai kalangan investor yang memenuhi syarat regulasi.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor








:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509683/original/007030900_1771743691-Thomas_Muller.jpg)



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361386/original/062885200_1790718452-spanyol.jpg)
