Base Luncurkan Pembaruan Cobalt untuk Aset Tokenisasi dan Transaksi Onchain

Jaringan layer-2 Ethereum, Base, resmi mengaktifkan pembaruan sistem yang disebut Cobalt pada hari Rabu. Langkah ini menghadirkan fitur transaksi bersyarat serta kontrol baru bagi penerbit aset tokenisasi guna memperkuat ekosistem keuangan onchain.
Cobalt menjadi pembaruan besar ketiga bagi Base dalam upayanya memperluas kapabilitas standar token B20. Standar ini kini memungkinkan penerbit aset untuk menerapkan serangkaian verifikasi kepatuhan yang ketat pada satu aset yang sama.
Penerbit aset dapat mewajibkan penerima untuk melalui pemeriksaan identitas, memenuhi kriteria sebagai investor terakreditasi, dan memastikan diri tidak terdaftar dalam daftar sanksi internasional. Hal ini dirancang untuk menjembatani celah antara produk keuangan tradisional dengan ekosistem blockchain.
Selain aspek kepatuhan, pembaruan ini mendukung aksi korporasi seperti pemecahan saham atau stock split. Fitur ini memungkinkan penyesuaian jumlah saham yang ditampilkan di dompet digital tanpa harus melakukan pencetakan maupun pembakaran token secara fisik.
Sistem ini juga memberikan wewenang kepada administrator resmi untuk memindahkan token dari dompet pengguna tanpa perlu persetujuan langsung dari pemegang aset. Pihak Base menegaskan bahwa kendali fitur ini sepenuhnya berada di tangan penerbit, sementara Base sendiri tidak memiliki akses untuk memulai perpindahan dana tersebut secara sepihak.
Fitur lain yang diperkenalkan adalah Validity Transactions yang memberikan fleksibilitas lebih bagi para pedagang dalam menentukan waktu eksekusi transaksi. Pengguna dapat mengirimkan transaksi yang hanya akan diproses saat kondisi harga aset tertentu tercapai sebelum tenggat waktu blok yang ditentukan.
Selama proses penantian tersebut, Base akan menahan transaksi dan melakukan evaluasi terhadap kondisi pasar pada setiap blok yang terbentuk. Transaksi yang dikirimkan melalui sistem ini diklaim tetap terjaga privasinya hingga benar-benar masuk ke dalam blok.
Langkah ini merupakan bagian dari pergeseran fokus Base setelah kreatornya, Jesse Pollak, mengakui bahwa jaringan tersebut sempat tertinggal dalam sektor pasar prediksi dan futures. Base kini berupaya bertransformasi menjadi tulang punggung bagi keuangan global dengan dukungan standar token yang lebih efisien.
Sebelumnya, pada akhir Agustus, Coinbase telah meluncurkan saham Amerika Serikat yang ditokenisasi di jaringan Base. Aset tersebut merepresentasikan kepemilikan saham pada perusahaan besar seperti Apple, Nvidia, Meta, dan Alphabet.
Ke depannya, Base berencana untuk memangkas waktu blok dari dua detik menjadi 200 milidetik. Pihak pengembang juga menyiapkan dukungan protokol untuk biaya transaksi yang disubsidi serta adopsi pembaruan teknis yang sejalan dengan peningkatan sistem Ethereum di masa mendatang.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor











