Langsung ke konten
beritana

Casemiro: Status Underdog Untungkan Brasil di Piala Dunia

Foto Beritana UpdateBeritana Update4 menit bacaNews
2026-06-02T140224Z_943632694_MT1USATODAY29116773_RTRMADP_3_SOCCER-FIFA-WORLD-CUP-2026-BRAZIL-TEAM-ARRIVAL-1780466092
Brazil midfielder Casemiro speaks to the media after arriving for the FIFA World Cup at Newark Liberty International Airport [Caean Couto/Imagn Images via Reuters]

Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 di Amerika Utara pekan depan, nada optimistis namun realistis datang dari kubu tim nasional Brasil. Gelandang senior Selecao, Casemiro, meyakini bahwa status timnya yang tidak terlalu diunggulkan justru bisa menjadi berkah tersembunyi. Bagi pemain berusia 34 tahun tersebut, berada satu langkah di belakang tim-tim favorit lainnya justru akan membuat armada Brasil tampil lebih waspada dan tanpa beban berlebih saat turnamen akbar ini resmi dimulai.

Sebagai satu-satunya negara yang tidak pernah absen dalam sejarah Piala Dunia, Brasil memegang rekor mentereng dengan koleksi lima trofi juara. Kendati menyandang status sebagai tim tersukses di kolong langit, raksasa Amerika Selatan ini sudah mengalami paceklik gelar yang cukup panjang. Sudah 24 tahun berlalu sejak terakhir kali tim Samba mengangkat trofi emas tersebut pada edisi 2002 di Korea Selatan dan Jepang.

Faktor sejarah tersebut, ditambah dengan performa yang fluktuatif belakangan ini, membuat para pengamat dan rumah taruhan tidak menempatkan Brasil di posisi teratas. Skuad besutan Carlo Ancelotti ini kini berada di belakang beberapa kekuatan utama Eropa. Juara Piala Eropa Spanyol, kampiun Piala Dunia 2018 Prancis, serta kekuatan tradisional Inggris, dinilai memiliki peluang lebih besar untuk membawa pulang trofi pada turnamen yang berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

Sesaat setelah mendarat di Amerika Serikat pada hari Selasa waktu setempat, Casemiro langsung memberikan pandangannya kepada saluran media resmi FIFA. Mantan pemain Real Madrid dan Manchester United itu mengakui bahwa status non-unggulan ini merupakan realitas yang harus diterima. Meski demikian, ia menegaskan bahwa komposisi skuad Brasil saat ini sangat menjanjikan dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang energik.

"Kami memang bukan favorit utama kali ini," ujar Casemiro dengan nada rendah hati namun penuh keyakinan. "Mungkin saat ini posisi kami berada satu langkah di belakang tim-tim besar lainnya, tetapi hal itu justru membuat kami tetap bersiap siaga dan fokus penuh. Kami ingin memasuki turnamen ini dalam kondisi terbaik dan menyajikan penampilan luar biasa di atas lapangan."

Perjalanan Brasil menuju turnamen di Amerika Utara ini memang tidak dilalui dengan mulus. Casemiro mengungkapkan bahwa tim nasional mereka sempat melewati siklus yang cukup berat dan penuh gejolak di luar lapangan dalam setahun terakhir. Turbulensi tersebut mencakup pergantian presiden Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) hingga proses penunjukan Carlo Ancelotti sebagai nakhoda baru tim nasional.

Menurut Casemiro, masa transisi ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi kesiapan taktis tim. Meskipun Ancelotti merupakan pelatih dengan reputasi mentereng dan pengalaman segudang di level klub Eropa, waktu kebersamaan mereka terbilang sangat singkat. Secara administratif mereka memang sudah bekerja sama selama satu tahun, namun secara riil di lapangan, para pemain baru berlatih di bawah arahan pelatih asal Italia itu selama total 40 hari saja.

Kendati waktu persiapan tergolong mepet, Casemiro tetap menaruh kepercayaan tinggi pada kedalaman skuad Selecao. Ia optimistis perpaduan antara pemain senior yang kenyang pengalaman turnamen besar dengan para pemain muda yang lapar akan prestasi bakal menciptakan harmoni yang solid saat kompetisi dimulai. Keberagaman karakteristik pemain ini dinilai menjadi modal krusial untuk mengarungi jadwal turnamen yang padat.

Ujian pertama bagi kesiapan Brasil akan tersaji di babak penyisihan Grup C. Berdasarkan jadwal resmi, Selecao akan memulai kampanye mereka dengan menghadapi tim tangguh Afrika, Maroko, pada 13 Juni di East Rutherford, New Jersey. Setelah itu, perjuangan berlanjut melawan Haiti pada 19 Juni di Philadelphia, Pennsylvania, sebelum akhirnya menutup laga fase grup melawan Skotlandia pada 24 Juni di Miami, Florida.

Piala Dunia 2026 sendiri akan resmi dibuka pada 11 Juni mendatang. Bagi publik pencinta sepak bola di Indonesia, aksi para bintang lapangan hijau dari seluruh dunia ini tentu menjadi tontonan yang paling dinanti. Apakah status underdog yang disematkan pada Brasil kali ini justru akan melapangkan jalan mereka meraih gelar keenam, ataukah dominasi tim-tim Eropa masih belum terpatahkan? Semua jawaban tersebut akan tersaji di lapangan hijau dalam hitungan hari.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update