Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Larangan Bermain Hingga Enam Bulan

Cristiano Ronaldo kini menghadapi potensi sanksi berat dari Federasi Sepak Bola Portugal atau FPF setelah memutuskan meninggalkan pemusatan latihan tim nasional.
Keputusan tersebut diambil tak lama setelah Portugal meraih kemenangan 2-1 atas Norwegia dalam laga yang berlangsung di Oslo pada 28 September 2026. Berdasarkan laporan media lokal, A Bola, penyerang berusia 41 tahun itu terancam larangan bermain selama satu hingga enam bulan.
Permasalahan ini berakar pada ketegangan antara Ronaldo dan pelatih Jorge Jesus. Pemain bintang tersebut merasa kecewa karena tidak diturunkan dalam pertandingan melawan Norwegia, meski namanya masuk dalam daftar pemain cadangan.
Dalam keterangan resminya pada Selasa (6/10/2026), Ronaldo membeberkan bahwa kepercayaan dirinya telah dilanggar oleh Jesus dalam beberapa kesempatan. Ia merasa ada perlakuan yang tidak sesuai dengan rencana pemulihan fisik yang telah disepakati sebelumnya.
Ronaldo mengakui dirinya menolak keputusan rotasi karena merasa hal tersebut tidak memberikan contoh yang baik bagi rekan setimnya. Ia sempat diminta bermain selama 30 menit di penghujung laga, namun merasa instruksi itu berada di luar skenario awal.
Situasi semakin memanas setelah Ronaldo mengadakan pertemuan tertutup dengan Jesus serta Presiden FPF, Pedro Proença. Usai pertemuan tersebut, sang pemain secara terbuka menyatakan niatnya untuk meninggalkan tim melalui media sosial.
Terkait masa depan karier internasionalnya, Ronaldo mengungkapkan bahwa ia sempat berencana untuk pensiun. Namun, ia diminta mempertimbangkan kembali keputusan tersebut dan kini menyatakan keinginan untuk menjalani beberapa laga perpisahan sebelum benar-benar gantung sepatu.
Ronaldo pun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para suporter. Ia mengakui kesalahannya karena tidak menyapa penggemar di stadion usai pertandingan melawan Norwegia berakhir.
Ia menuturkan bahwa dirinya hanya ingin segera menyudahi situasi tersebut setelah kemenangan diraih. Permintaan maaf tersebut ditujukan kepada seluruh rakyat Portugal dan penggemar internasional yang merasa kecewa atas sikapnya.
Secara regulasi, tindakan meninggalkan pemusatan latihan tanpa izin dapat dikenai sanksi larangan bertanding berdasarkan kode disiplin FPF. Selain hukuman larangan bermain, pemain juga berpotensi dijatuhi denda finansial.
Besaran denda yang diatur dalam regulasi tersebut berkisar antara 5 hingga 10 Unit of Calculation atau UC. Dengan nilai satu UC setara 102 euro, denda yang harus dibayar berkisar antara 510 hingga 1.020 euro, atau sekitar Rp8,7 juta hingga Rp17,4 juta.
Ronaldo menyatakan kesiapannya untuk menerima konsekuensi hukum atas tindakannya. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab penuh atas insiden ini berada di pundaknya sendiri.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor












