Daftar 25 Destinasi Wisata Terbaik Dunia Tahun 2027 Versi Lonely Planet

Lonely Planet resmi merilis daftar Best in Travel 2027 yang berisi rekomendasi 25 destinasi wisata dunia untuk kunjungan liburan tahun depan.
Penyusunan daftar ini melibatkan kontribusi dari para penulis serta editor yang telah melakukan survei langsung ke berbagai wilayah di seluruh dunia. Publikasi tersebut bertujuan memberikan panduan bagi wisatawan yang mendambakan pengalaman perjalanan berbeda dari tujuan konvensional.
Terdapat pergeseran minat dari para pelancong global yang kini lebih memilih lokasi dengan suasana santai dan minim keramaian. Banyak destinasi dalam daftar ini menawarkan kedekatan dengan budaya lokal dan ekosistem yang masih terjaga.
Salah satu sorotan diberikan kepada Montserrat di kawasan Karibia yang menonjolkan lanskap vulkanik serta pantai berpasir hitam. Sementara itu, Chengdu di China terpilih berkat keunikan kuliner, budaya kedai teh, dan konservasi panda raksasa.
Okinawa di Jepang mendapatkan pengakuan internasional karena perbedaan budaya kepulauan yang kontras dibandingkan daratan utama Jepang. Kawasan ini menawarkan lanskap alam pesisir yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.
Afrika diwakili oleh Taman Nasional Tsavo East dan Tsavo West di Kenya yang dikenal sebagai habitat alami gajah serta sabana luas. Rabat di Maroko juga masuk dalam daftar karena keberhasilan memadukan situs bersejarah dengan fasilitas perkotaan modern.
Kawasan Asia Tenggara diwakili oleh Kota Danang di Vietnam yang menonjolkan kombinasi garis pantai indah dan dinamika kehidupan urban. Pilihan destinasi lain yang masuk dalam daftar di antaranya Quebec di Kanada, Veneto di Italia, hingga Fulidhoo di Maladewa.
Proses kurasi ini menghasilkan 50 daftar pilihan yang dibagi ke dalam dua kategori utama, yaitu 25 destinasi terbaik dan 25 pengalaman perjalanan terbaik. Fokus utama Lonely Planet adalah memperkenalkan tempat-tempat yang mampu memberikan makna lebih mendalam bagi setiap pengunjungnya.
Destinasi seperti Bariloche di Argentina dan Dunedin di Selandia Baru turut melengkapi keragaman geografis dalam rekomendasi kali ini. Daftar tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi industri pariwisata dalam mengarahkan tren perjalanan di masa mendatang.
Wisatawan kini lebih cenderung mencari wilayah yang menawarkan otentisitas, jauh dari komersialisasi masif yang sering ditemukan di pusat wisata populer. Pendekatan ini mencerminkan kebutuhan akan jeda dari kesibukan perkotaan menuju destinasi yang menawarkan ketenangan dan keberlanjutan lingkungan.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor









