Drama Kartu Merah Foden Warnai Kemenangan Manchester City atas Manchester United di Old Trafford

Manchester City sukses membungkam Manchester United 1-0 dalam Derby Manchester yang penuh drama di Old Trafford. Kemenangan ini diraih secara heroik setelah The Citizens terpaksa bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari satu jam usai Phil Foden diganjar kartu merah.
Pertandingan yang berlangsung pada 14 September 2026 itu menjadi ajang pembuktian mentalitas City. Mereka harus berjuang keras sejak menit ke-23, ketika Phil Foden secara mengejutkan mendapat kartu merah langsung setelah bereaksi keras terhadap insiden dengan gelandang United, Bruno Fernandes.
Insiden tersebut secara fundamental mengubah dinamika pertandingan, memaksa Manchester City untuk beradaptasi dengan kondisi kekurangan pemain. Meski demikian, tim asuhan Pep Guardiola menunjukkan kedisiplinan tinggi dalam bertahan dan tetap mampu menjaga ancaman serangan mereka.
Gol kemenangan krusial akhirnya tercipta pada menit ke-60 melalui kaki penyerang andalan, Erling Haaland. Striker Norwegia itu memanfaatkan umpan dari Josko Gvardiol yang sempat berubah arah, menempatkan bola di tiang jauh gawang United.
Gol Haaland sempat memicu kontroversi karena dugaan offside. Namun, setelah melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR), keputusan awal tersebut dibatalkan dan gol dinyatakan sah, membawa keunggulan bagi City.
Manchester United, yang unggul jumlah pemain, tentu saja memiliki beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan, terutama di babak kedua. Penjaga gawang Manchester City, Gianluigi Donnarumma, tampil sangat gemilang dengan serangkaian penyelamatan penting.
Ia beberapa kali 'diselamatkan' oleh tiang gawang dari upaya Marcus Rashford dan Kobbie Mainoo. Momen paling krusial adalah ketika Donnarumma dengan sigap menggagalkan peluang emas Bryan Mbeumo pada masa tambahan waktu, memastikan tiga poin untuk tim tamu.
Salah satu bintang yang paling menonjol dalam kemenangan ini adalah Elliot Anderson. Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik Manchester City berkat etos kerjanya yang luar biasa setelah timnya bermain dengan sepuluh orang.
Anderson memenangkan banyak duel kunci di lini tengah dan menunjukkan ketenangan luar biasa dalam membantu tim mempertahankan penguasaan bola, meskipun berada di bawah tekanan konstan dari lawan.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor











