Ethereum Tunda Uji Coba Glamsterdam di Hoodi Akibat Risiko Keamanan Gas

Para pengembang Ethereum secara resmi memutuskan untuk menunda peluncuran pembaruan Glamsterdam pada jaringan uji coba Hoodi.
Keputusan tersebut diambil setelah para peneliti menemukan adanya celah keamanan terkait mekanisme gas yang berpotensi memengaruhi cara kontrak pintar atau smart contract menangani transaksi gagal. Ethereum Foundation menyatakan bahwa penundaan ini diperlukan agar pengembang dapat meninjau kembali interaksi antara proposal baru dengan kontrak pintar yang sudah beroperasi.
Awalnya, pembaruan ini dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober mendatang.
Perusahaan keamanan blockchain, ChainSecurity, sebelumnya mengeluarkan peringatan pada 13 Oktober terkait dua proposal dalam pembaruan Glamsterdam, yakni EIP-8037 dan EIP-8038. ChainSecurity menilai kedua proposal tersebut dapat melemahkan sistem pertahanan terhadap serangan yang dikenal sebagai insufficient gas griefing.
Serangan jenis ini terjadi ketika pelaku sengaja memberikan jumlah gas yang terlalu sedikit agar operasi kontrak pintar yang sah menjadi gagal.
Dalam analisisnya, ChainSecurity mengungkapkan bahwa aturan baru dalam Glamsterdam memungkinkan gas dikembalikan ke kontrak setelah sebuah operasi gagal, sehingga kontrak tersebut bisa tetap berjalan meski seharusnya berhenti. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu pengecekan keamanan yang selama ini mengandalkan ketersediaan sisa gas dalam sebuah transaksi.
Sebagai contoh, sebuah kontrak yang terdampak mungkin menghapus klaim pengguna atau menonaktifkan opsi untuk mencoba kembali transaksi tersebut.
Hal ini akan menyebabkan pengguna tidak dapat menyelesaikan operasi yang sebenarnya valid. Meski tidak semua pengecekan keamanan akan rusak, pengembang diwajibkan untuk meninjau kembali kode mereka agar sesuai dengan model gas yang baru.
Temuan ini memicu kekhawatiran luas di kalangan kontributor Ethereum.
Seorang peneliti keamanan dengan nama samaran, pcaversaccio, dalam sebuah komentar di GitHub pada 21 Oktober menyebut risiko tersebut sebagai masalah serius dan mendesak adanya evaluasi ulang terhadap hard fork ini. Hingga saat ini, ChainSecurity melaporkan telah mengidentifikasi 13 contoh nyata kontrak pintar yang terdampak.
Pihak ChainSecurity kini sedang melakukan koordinasi pengungkapan informasi secara bertanggung jawab dengan proyek-proyek terkait. Mereka enggan membeberkan detail spesifik mengenai daftar proyek tersebut, namun menegaskan agar seluruh pengembang segera melakukan audit mandiri terhadap kontrak mereka.
Ketidakpastian ini kini membayangi jadwal peluncuran Glamsterdam pada jaringan utama atau mainnet yang sebelumnya direncanakan pada awal Desember.
Ethereum Foundation juga telah memperingatkan bahwa model gas baru dalam Glamsterdam berisiko merusak kompatibilitas dompet digital, pengindeks, dan alat penaksir gas yang selama ini bergantung pada asumsi tetap. Pembaruan ini sendiri telah berhasil diaktifkan pada jaringan uji coba Sepolia pada 6 Oktober sebelum akhirnya terhambat di fase Hoodi.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor









