Geger! Mantan Eksekutif IBM Ungkap Skandal Kebocoran Data Rahasia

Raksasa teknologi global, IBM, tengah diterpa tudingan serius terkait dugaan penyembunyian kasus kebocoran data berskala besar. Seorang mantan eksekutif keamanan siber perusahaan tersebut menuduh IBM telah diretas setidaknya tiga kali oleh entitas pemerintah asing dalam satu dekade terakhir, namun secara sengaja menutup-nutupi insiden tersebut dari publik dan otoritas.
Tudingan mengejutkan ini muncul dari William Barlow, yang menjabat sebagai Wakil Presiden Intelijen Ancaman IBM hingga Agustus 2019. Dalam sebuah gugatan hukum yang diajukan pada tahun 2020 namun baru dibuka pekan ini, Barlow mengklaim bahwa IBM menyimpulkan peretas Tiongkok telah menembus jaringan inti perusahaan antara tahun 2013 hingga 2016. Lebih jauh, ia menyatakan bahwa perusahaan sengaja menyembunyikan kebocoran ini dan tidak pernah mengungkapkannya kepada pihak manapun.
Barlow juga menyebutkan bahwa setidaknya dua anak perusahaan IBM turut menjadi korban peretasan, dan lagi-lagi, IBM dituding melakukan penutupan informasi serupa. "Jaringan inti IBM secara rutin diretas oleh aktor-aktor negara asing dan pihak lainnya," demikian bunyi keluhan Barlow dalam gugatannya. Ia menambahkan bahwa data sering dicuri dan lembaga pemerintah "tidak pernah diberitahu" mengenai insiden-insiden tersebut.












