Langsung ke konten
beritana

Gol Cepat Saibari Bawa Maroko Tekuk Skotlandia di Piala Dunia 2026

Foto Beritana UpdateBeritana Update3 menit bacaSoccer
Morocco beat Scotland 1–0 as Saibari scores fastest World Cup 2026 goal
Morocco's Ismael Saibari celebrates after the match [Peter Cziborra/Reuters]

Ismael Saibari mencetak sejarah dengan gol tercepat di Piala Dunia 2026 saat Maroko mengalahkan Skotlandia dengan skor tipis 1-0. Kemenangan pada laga kedua Grup C di Stadion Boston tersebut membuat posisi Maroko semakin kuat untuk melaju ke babak sistem gugur.

Pemain berusia 25 tahun itu membobol gawang lawan hanya dalam waktu 71 detik setelah peluit pertama dibunyikan.

Gol tersebut sekaligus membuktikan kualitas Saibari yang dikabarkan segera pindah dari PSV Eindhoven ke Bayern Munich dengan nilai transfer USD 63 juta atau sekitar Rp1 triliun. Saibari yang lahir di Spanyol dan besar di Belgia ini kini menjadi andalan baru bagi lini serang tim Singa Atlas.

Pertandingan yang berlangsung di Massachusetts, Amerika Serikat, ini disaksikan langsung oleh 64.146 penonton. Skotlandia sebenarnya tampil cukup gigih melalui permainan fisik, namun mereka gagal menembus pertahanan disiplin Maroko.

Hasil ini menempatkan Maroko di puncak klasemen sementara dengan raihan empat poin dari dua pertandingan.

Pencapaian tersebut menjaga asa Maroko untuk mengulangi sejarah manis saat mereka berhasil menembus semifinal di Qatar pada 2022. Tim asuhan Mohamed Ouahbi kini hanya membutuhkan hasil imbang pada laga terakhir grup untuk memastikan tempat di fase selanjutnya.

Bagi Skotlandia, kekalahan ini menjadi kenyataan pahit bagi ribuan pendukung mereka yang telah memadati kota Boston. Pasukan Steve Clarke kini harus bekerja keras saat menghadapi Brasil di laga pamungkas untuk memastikan peluang lolos ke babak 32 besar.

Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, tidak mengubah susunan pemainnya sejak hasil imbang melawan Brasil pada pekan lalu.

Sebaliknya, Steve Clarke melakukan tiga perubahan dengan memperkuat lini pertahanan lewat formasi lima bek. Striker Lawrence Shankland harus keluar dari tim utama untuk memberi ruang bagi bek Kieran Tierney yang baru kembali pulih.

Rencana pertahanan tersebut berantakan seketika saat Brahim Diaz mengirimkan umpan lambung akurat melewati Grant Hanley.

Saibari yang lolos dari jebakan posisi offside mengontrol bola dengan tenang sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok atas gawang Angus Gunn. Gol kilat ini langsung meruntuhkan moral pemain Skotlandia pada menit-menit awal pertandingan.

Dominasi Maroko terus berlanjut hingga menit ke-36, namun tendangan Bilal El Khannouss masih meleset dari sasaran. Skotlandia sendiri kesulitan membangun serangan yang berarti sepanjang babak pertama.

Kapten Skotlandia, Andy Robertson, sempat mengirimkan umpan silang berbahaya pada masa tambahan waktu babak pertama. Sayangnya, John McGinn tidak mampu memanfaatkan peluang itu sehingga kiper Yassine Bounou belum sempat teruji.

Di babak kedua, Maroko nyaris menambah keunggulan lewat skema serangan balik cepat. Sepakan Saibari membentur mistar gawang setelah sempat mengenai badan bek Jack Hendry.

Sorotan laga ini juga tertuju pada Achraf Hakimi yang tetap tampil sebagai kapten meski sedang menghadapi proses hukum di Perancis.

Pendukung Skotlandia terus mencemooh bek Paris Saint-Germain tersebut setiap kali ia menguasai bola di lapangan. Hakimi baru saja dikonfirmasi harus menjalani persidangan terkait kasus dugaan pemerkosaan yang menjerat namanya.

Lewat pernyataan di media sosial X, Hakimi menyatakan bahwa ia sudah menunggu momen persidangan untuk memberikan pembelaan secara terbuka. Ia merasa telah menjadi target narasi yang tidak benar dan merugikan nama baik keluarganya.

"Akhirnya saya bisa angkat bicara," tulis Hakimi singkat dalam unggahan tersebut.

Maroko akan menghadapi Haiti di Atlanta pada hari Rabu mendatang, sementara Skotlandia dijadwalkan bertemu Brasil di Miami.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update