Langsung ke konten
beritana
Breaking

Google Luncurkan Nano Banana 2 Lite: Generator Gambar AI Lebih Cepat dan Murah

Foto Beritana UpdateBeritana Update3 menit bacaTech
Google introduces a faster, cheaper image generator with Nano Banana 2 Lite
Image Credits:Google

Google pada Selasa (01/7) memperkenalkan Nano Banana 2 Lite, versi terbaru dari generator gambar dan video kecerdasan buatan (AI) besutannya.

Model AI terbaru ini diklaim perusahaan jauh lebih cepat dan lebih hemat biaya dibandingkan versi sebelumnya, menandai langkah signifikan dalam pengembangan alat kreatif berbasis AI.

Nano Banana 2 Lite memiliki latensi yang jauh lebih rendah, mampu menghasilkan gambar hanya dalam empat detik. Kemampuan ini menjadikannya pilihan ideal untuk proses pengerjaan prototipe gambar yang intensif dan produksi volume tinggi secara cepat.

Dari segi biaya, Google menetapkan harga USD 0,034 per 1.000 gambar, atau sekitar Rp0,55 per gambar, menjadikannya sangat terjangkau bagi mereka yang ingin menyusun dan menyempurnakan konten dalam skala besar.

Peluncuran ini menyusul Nano Banana versi orisinal, yang didukung oleh Gemini 3.1 Flash dan diluncurkan musim panas lalu. Kemudian, pada Februari, Google merilis Nano Banana 2 yang membawa kemampuan baru untuk generator, termasuk penciptaan gambar yang lebih realistis.

Selain itu, Google juga menawarkan Nano Banana Pro, model yang lebih bertenaga dan lebih mahal untuk kasus penggunaan yang lebih canggih. Sementara Nano Banana 2 disebut sebagai "andalan serbaguna", Nano Banana 2 Lite dioptimalkan khusus untuk alur kerja bervolume tinggi yang membutuhkan kecepatan tinggi.

Terlepas dari reaksi negatif konsumen terhadap "sampah AI" (AI slop) yang dihasilkan oleh model-model gambar, perusahaan teknologi terus berinvestasi besar-besaran dalam alat AI untuk generasi citra dan video. Namun, Google kerap memasarkan model-modelnya sebagai alat praktis yang dapat membantu pembuatan iklan.

Hubungan antara Hollywood dan perusahaan AI juga terus menguat, menimbulkan kekhawatiran di kalangan komunitas kreatif dan penonton.

Google bahkan baru saja mencapai kesepakatan senilai USD 75 juta (sekitar Rp1,22 triliun) dengan studio independen A24, yang dikenal atas film-film kritikal dan artistik berkualitas tinggi. Kemitraan ini telah menuai kritik signifikan dari para penggemar, yang khawatir akan dampak AI terhadap integritas kreatif.

Nano Banana 2 Lite kini tersedia melalui Google AI Studio dan Gemini API, serta Google Gemini Enterprise Agent Platform. Google menyebutnya sebagai pengganti Nano Banana orisinal, yang kini mereka seidentifikasi sebagai "model lama" (legacy model).

Pada hari yang sama, Google juga mengumumkan peluncuran yang lebih luas untuk Gemini Omni Flash, yang pertama kali diperkenalkan pada Google I/O awal tahun ini. Flash dikenakan biaya USD 0,10 per detik keluaran video, setara dengan sekitar Rp1.630 per detik.

Selain itu, Google memamerkan aplikasi demo baru bernama Omni Product Studio. Aplikasi ini diklaim mampu mengubah gambar statis yang dihasilkan oleh Omni menjadi "video e-commerce sinematik" yang dinamis.

"Membangun dengan media generatif seringkali melibatkan iterasi kreatif," ungkap perusahaan dalam sebuah unggahan blog. "Dengan dua model ini, pengembang dapat membangun pengalaman multimedia menyeluruh dari hulu ke hilir yang menghubungkan generasi gambar cepat dengan kreasi dan pengeditan video."

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update