Grup Advokasi Kripto Umumkan Dukungan Politik Jelang Pemilu Kongres AS

Organisasi advokasi Stand With Crypto resmi mengumumkan daftar kandidat yang didukung dalam pemilihan Kongres Amerika Serikat mendatang. Kelompok yang diinisiasi oleh bursa kripto Coinbase ini menargetkan kursi di Senat maupun Dewan Perwakilan Rakyat untuk mendorong regulasi aset digital yang lebih jelas.
Dukungan tersebut menyasar sejumlah nama, termasuk politisi dari Partai Republik seperti Jon Husted di Ohio dan Ashley Hinson di Iowa. Tidak ketinggalan, kandidat dari Partai Demokrat seperti Chris Pappas di New Hampshire juga masuk dalam daftar sokongan organisasi ini.
Langkah strategis ini dilakukan di tengah prediksi berbagai lembaga survei yang menyebut Partai Demokrat memiliki peluang untuk kembali menguasai kedua kamar di Kongres pada 2027. Perubahan peta kekuatan di parlemen diyakini bakal memengaruhi arah kebijakan regulasi keuangan di masa depan.
Sektor aset digital saat ini tengah memantau nasib Digital Asset Market Clarity Act atau dikenal dengan CLARITY Act. RUU ini sempat menuai kebuntuan di Senat bulan lalu, padahal sebelumnya telah mendapatkan dukungan bipartisan saat melewati tahap pembahasan di DPR pada 2025.
“Kami mencari kandidat yang terbukti mendukung kebijakan aset digital,” ungkap Direktur Eksekutif Stand With Crypto, Mason Lynaugh. Baginya, rekam jejak suara politisi dalam pengambilan keputusan di parlemen jauh lebih berarti daripada sekadar pernyataan retoris di media massa.
Persaingan politik di Ohio menjadi sorotan utama karena besarnya arus dana dari pihak luar. Kelompok pendanaan politik atau Political Action Committee (PAC) seperti Fairshake diketahui telah mengucurkan dana sebesar USD 30 juta atau sekitar Rp450 miliar untuk mendukung Husted.
Secara nasional, dana yang mengalir ke berbagai kampanye melalui PAC mencapai USD 82 juta atau setara Rp1,2 triliun hingga pertengahan tahun ini. Angka fantastis tersebut menunjukkan betapa intensnya upaya industri kripto dalam melobi kursi kekuasaan di Washington.
Tensi politik meningkat tajam mengingat pemilihan sela atau midterm elections hanya menyisakan waktu 34 hari lagi. Banyak kandidat kini harus berhadapan dengan tuntutan transparansi dari pemilih terkait posisi mereka terhadap aset kripto dan stabilitas ekonomi nasional.
Pihak Stand With Crypto sendiri sempat memberikan peringatan keras kepada para legislator setelah kegagalan RUU CLARITY pada 15 September lalu. Mereka menegaskan akan ada konsekuensi elektoral bagi politisi yang tidak memberikan dukungan terhadap agenda kebijakan utama industri aset digital.
Keterlibatan aktif pelaku industri dalam kontestasi politik AS sering kali memicu perdebatan mengenai batas antara dukungan kebijakan dan upaya memengaruhi integritas demokrasi. Namun, bagi para pendukungnya, ini adalah langkah pragmatis untuk memastikan industri tetap memiliki ruang gerak yang aman secara hukum.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor











