Harga Emas Antam Hari Ini Turun Menjadi Rp2,627 Juta per Gram pada 8 September

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami koreksi pada perdagangan Selasa, 8 September 2024.
Data dari situs Logam Mulia mencatat harga dasar emas Antam ukuran 1 gram kini berada di level Rp2,627 juta. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar Rp10 ribu dibandingkan dengan posisi harga pada Senin, 7 September, yang mencapai Rp2,637 juta per gram.
Pergerakan harga jual tersebut diikuti oleh perubahan pada harga pembelian kembali atau buyback yang juga menyusut sebesar Rp10 ribu. Saat ini, harga buyback dipatok pada angka Rp2,480 juta per gram, turun dari posisi sebelumnya sebesar Rp2,490 juta per gram.
Selisih antara harga jual dan harga buyback yang ditetapkan produsen saat ini berada di kisaran Rp147 ribu per gram. Perlu dipahami bahwa angka tersebut merupakan harga dasar dan belum memperhitungkan potongan pajak yang mungkin berlaku saat transaksi fisik dilakukan oleh investor.
Selain Antam, pasar komoditas logam mulia di Indonesia juga mencatat variasi harga dari produsen lain pada hari yang sama. Berdasarkan situs HRTA Gold, harga emas BSI Gold untuk ukuran 1 gram ditawarkan pada level Rp2,470 juta dengan harga buyback senilai Rp2,340 juta.
Terdapat pula pergerakan harga di Galeri24 yang menetapkan emas ukuran 1 gram seharga Rp2,576 juta. Sementara itu, emas produksi UBS di pasaran dibanderol pada level Rp2,611 juta untuk satuan 1 gram.
Variasi harga ini menunjukkan dinamika pasar emas domestik yang sangat dipengaruhi oleh kebijakan internal masing-masing produsen. Investor biasanya memantau selisih antara harga beli dan buyback sebelum memutuskan untuk menambah atau melepas kepemilikan aset emas mereka.
Adapun untuk transaksi fisik, Antam menyediakan berbagai pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Sebagai contoh, untuk kepingan 10 gram, harga dasar yang tercatat adalah Rp25,765 juta, sedangkan untuk kepingan besar 1.000 gram, harga dipatok sebesar Rp2,567 miliar.
Fluktuasi harga emas ini lazim terjadi karena keterkaitan dengan pergerakan harga pasar internasional dan nilai tukar mata uang. Masyarakat yang berencana melakukan transaksi disarankan untuk selalu memeriksa pembaruan harga secara berkala di situs resmi masing-masing entitas guna mendapatkan data terkini sebelum melakukan pembelian.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8136733/original/051094900_1780988834-Michel_Platini.jpg)








