Langsung ke konten
beritana
Breaking

Jeffrey Hendrik Resmi Pimpin BEI, Targetkan Masuk 10 Bursa Terbesar Dunia

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaNews
Jeffrey Hendrik Ingin Bawa BEI Masuk 10 Besar Bursa Dunia
Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik (tengah) dalam konferensi pera di BEI, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026. Tempo/Anastasya Lavenia

Jeffrey Hendrik kini resmi menjabat Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 2026-2030, setelah ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin, 29 Juni 2026. Dengan visi ambisius, ia menargetkan BEI masuk dalam jajaran 10 bursa terbesar di dunia.

Penunjukan Jeffrey Hendrik, yang sebelumnya menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama, disahkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Nomor SR-10/D.04/2026. Dalam konferensi pers pasca-RUPST, ia memaparkan sejumlah target strategis yang akan dicapai selama masa kepemimpinannya.

“Yang ingin kami capai untuk pasar modal Indonesia atau BEI ke depan adalah bagaimana kita bisa membawa Bursa Efek Indonesia menjadi 10 di antara 10 bursa besar di dunia,” ujar Jeffrey pada kesempatan tersebut.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Jeffrey Hendrik menggarisbawahi tiga pilar utama yang akan menjadi fokus. Pilar pertama adalah menumbuhkan dan mengembangkan bisnis dari sisi transaksi, yang krusial untuk meningkatkan likuiditas dan daya tarik pasar modal Indonesia.

Selanjutnya, BEI akan terus berupaya meningkatkan kuantitas serta kualitas perusahaan tercatat, memastikan entitas yang melantai di bursa memiliki fundamental kuat dan tata kelola yang baik. Pilar terakhir berfokus pada peningkatan inklusivitas bagi seluruh segmen investor yang ada di pasar modal Indonesia, mencakup upaya edukasi dan kemudahan akses bagi investor ritel maupun institusi di berbagai daerah.

Jajaran direksi BEI juga mengemban misi untuk menciptakan infrastruktur pasar keuangan yang terpercaya dan kredibel. Tujuannya adalah mewujudkan pasar yang teratur, wajar, dan efisien, serta dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan melalui produk dan layanan yang inovatif.

RUPST kali ini berjalan secara hibrida dan dihadiri oleh 90 pemegang saham. Angka tersebut merepresentasikan partisipasi 100 persen dari total jumlah pemegang saham yang memiliki hak suara.

Berikut adalah susunan lengkap direksi baru Bursa Efek Indonesia yang akan bertugas hingga tahun 2030:

Irvan Susandy menjabat Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa; Yulianto Aji Sadono sebagai Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan. Abdul Munim menempati posisi Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko, sementara Umi Kulsum dipercaya sebagai Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update