Jepang Belum Menyerah, Moriyasu Sebut Kesenjangan dengan Tim Elite Kian Menciut

Pelatih tim nasional Jepang, Hajime Moriyasu, mengungkapkan keyakinannya bahwa kesenjangan kualitas antara "Samurai Blue" dan tim-tim sepak bola elite dunia semakin menipis. Pernyataan ini disampaikan setelah Jepang harus kembali tersingkir pada babak gugur Piala Dunia, kali ini setelah menelan kekalahan 2-1 dari Brasil.
Kekalahan tersebut menandai kali ketiga Jepang gagal melangkah lebih jauh dari fase gugur dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir. Pada Piala Dunia 2022, skuad asuhan Moriyasu takluk dari Kroasia melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1, sementara empat tahun sebelumnya mereka menyerah 3-2 dari Belgia akibat gol di masa tambahan waktu.
Meskipun perjalanan Jepang di Piala Dunia 2026 kembali berakhir lebih awal, Moriyasu menolak berputus asa dan justru melihat adanya perkembangan signifikan dalam performa anak asuhnya.
"Kami belum mampu mencapai tujuan kami kali ini. Namun, kami akan terus mengejar target itu pada Piala Dunia berikutnya, atau bahkan edisi setelahnya. Kami harus terus berkembang seperti yang selama ini kami lakukan," kata Moriyasu, dikutip dari laman resmi FIFA.
Moriyasu menegaskan kekalahan dari Brasil tidak mengubah keyakinannya terhadap peningkatan kualitas timnya. Ia merasa Jepang mampu memberikan perlawanan dan bersaing sepanjang pertandingan.
"Saya merasa kesenjangan antara kami dan tim-tim terbaik dunia semakin kecil. Namun, untuk benar-benar mengubah hasil di pertandingan seperti ini, kami masih harus terus berkembang," ujar pelatih berusia 57 tahun itu.
Moriyasu mengakui sejarah belum berpihak kepada Jepang dengan tiga kali kegagalan beruntun melewati babak 16 besar. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan generasi berikutnya.
Meski demikian, pengalaman menghadapi tim-tim terbaik dunia diyakini akan menjadi bekal penting bagi perkembangan sepak bola Jepang. Ia percaya bahwa dengan terus berkembang, "Samurai Blue" suatu hari nanti akan mampu mengubah sejarah tersebut dan melewati momen-momen krusial di babak gugur.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor










