Jika Bukan Denganmu, Aku Belajar Percaya Bahwa Tuhan Punya Cara untuk Memilihkan yang Lebih Tepat

Rasanya aneh ya, sudah mati-matian menyebut namanya di setiap sujud, tapi ujung-ujungnya dia malah berjalan ke arah yang berbeda. Kamu yang meminta dia dengan sangat, tapi takdir justru melepaskannya begitu saja.
Kecewa itu wajar banget, kok. Kita ini cuma manusia biasa yang punya hati, jadi sangat wajar kalau kamu merasa patah saat sadar bahwa semesta tidak mengabulkan keinginanmu kali ini.
Kamu Sudah Berjuang Lewat Doa
Kamu sudah merendahkan ego di hadapan Tuhan demi meminta dia menjadi masa depanmu.
Tapi kenyataannya, dia tetap pergi dan memilih jalan yang tidak ada kamunya. Rasa sesak itu pasti ada, membuatmu bertanya-tanya apa yang salah dengan semua pinta yang sudah kamu langitkan selama ini. Rasanya seperti usaha terbaikmu tidak dihargai oleh semesta.
Padahal, tidak diterimanya doamu saat ini bukan berarti kamu tidak didengar. Ada kalanya penolakan adalah cara sunyi untuk menyelamatkanmu dari patah hati yang lebih hebat di masa depan.
Mungkin Dia Hanya yang Diinginkan
Kita sering kali bingung membedakan antara apa yang benar-benar kita butuhkan dengan apa yang sekadar kita inginkan.
Dia mungkin terlihat sangat sempurna di matamu, sosok ideal yang selama ini kamu dambakan untuk menemani hari-harimu. Namun, Tuhan tahu lembaran hidupmu di masa depan yang tidak bisa kamu lihat hari ini. Dia tahu siapa yang sebenarnya sanggup bertahan di sampingmu saat badai hidup yang sesungguhnya datang.
Akan Ada yang Lebih Tepat
Jadi, tidak apa-apa kalau hari ini kamu ingin menangis dulu untuk merelakan harapannya yang patah. Tarik napas pelan-pelan, karena di luar sana, seseorang yang benar-benar kamu butuhkan sedang berjalan menuju arahmu dengan membawa ketepatan yang kamu cari.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor










